Sejumlah Pengendara Ngamuk Akibat Terjebak Antrean Penyekatan di Lhokseumawe

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 04:05 WIB
Pengemudi di Lhokseumawe Aceh marah lantaran terjebak antrean panjang penyekatan
Foto: Pengemudi di Lhokseumawe Aceh marah lantaran terjebak antrean panjang penyekatan (Dok.Screenhot video)
Lhokseumawe -

Sejumlah pengguna jalan di Lhokseumawe, Aceh memprotes keberadaan portal penyekatan jalan karena memicu antrean panjang. Padahal penyekatan dilakukan karena daerah tersebut berstatus zona merah penyebaran virus Corona.

Dalam video dilihat detikcom, Senin (30/8/2021), sejumlah pengendara meminta petugas membuka portal penutup jalan yang dipasang di wilayah Lhokseumawe. Pengendara tampak marah-marah dan mengerumuni polisi yang ada di lokasi.

Para personel polisi tampak santai menghadapi pengguna jalan. Beberapa warga kemudian tampak memindahkan salah satu palang yang dipasang di badan jalan.

Warga dan polisi mempersilahkan pengendara melanjutkan perjalanan. Lokasi penyekatan tampak dipadati warga dan antrean kendaraan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto membenarkan adanya warga protes di pos penyekatan. Dia juga membeberkan alasan pengguna jalan marah di lokasi tersebut.

"Karena antrean cukup panjang pada titik tersebut mungkin pengendara tersebut marah, dan dengan kesabaran petugas di lapangan, dengan memperhatikan kondisi di lapangan portal sementara dibuka biar arus lalin lancar," kata Eko saat dikonfirmasi detikcom.

Eko menyebut, penyekatan di wilayah Lhokseumawe digelar hari ini hingga 6 September mendatang. Polisi juga bakal melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tak terulang.

"Selektif prioritas jam pelaksanaan penyekatan dan perhatikan volume kendaraan yang masuk," jelas Eko.

Kasubag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi mengatakan, 500 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga pos penyekatan yang tersebar disejumlah titik di Lhokseumawe. Pos penyekatan itu terdiri dari pos utama, pos imbangan dan pos pantau.

Dia menyebut, pos itu dijaga 24 jam oleh petugas dari Polri, TNI, Satpol PP WH, BPBD dan Dinas Kesehatan.

"Personel yang bertugas di lapangan diharapkan mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat," ujar Salman.

(agse/maa)