Pekerja di Freeport Ada 27 Ribu, 40% Lebih Warga Asli Papua

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 11:16 WIB
pekerja tambang
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan saat ini jumlah pekerja di tambang tembaga dan emas Freeport di Timika, Papua ada sekitar 27 ribu. Menurutnya, mayoritas pekerja merupakan anak bangsa dari berbagai suku dan daerah.

"Jadi total karyawan di PTFI dan kontraktornya ada sekitar 27 ribu, yang terdiri dari berbagai macam suku di Indonesia, dan yang terbanyak lebih dari 40% adalah orang Papua asli," ujar Tony kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Tony mengungkapkan PTFI sendiri memastikan untuk terus meningkatkan jumlah karyawan dari masyarakat asli Papua. Beberapa di antara mereka bahkan juga telah menempati posisi-posisi strategis di perusahaan.

"Ini komitmen kami untuk terus meningkatkan jumlah karyawan asli Papua. Kami punya program pengembangan dan pelatihan untuk karyawan, memastikan karyawan kami memiliki kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan dan memastikan pengembangannya agar mereka bisa ke jenjang yang lebih tinggi, karena memang terbukti sudah banyak keberhasilannya," ungkapnya.

"Contohnya salah satu anggota direksi ada orang Papua dan juga saya punya 9 vice president orang asli Papua. Middle manajer juga cukup banyak yang orang Papua dan ini terus kami tingkatkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Tony menjelaskan bahwa generasi milenial juga banyak yang mengisi posisi sebagai Engineer di Freeport. "Kita lihat di tambang, ada orang Amungme asli yang sudah bekerja 20 tahun sekian di grasberg kini sudah jadi manajer," jelasnya.

Menurutnya, ini merupakan bukti semangat perusahaan untuk mengajak warga asli Papua untuk bisa terus maju. Hal ini juga dilakukan saat rekrutmen pekerja yang memprioritaskan warga asli Papua.

"Proses rekrutmen kami pertama mengutamakan dari Papua, itu dimulai dari Kabupaten Mimika, lanjut ke tingkat Provinsi Papua, kalau nggak ada baru kami cari keluar Papua," jelasnya.

(mul/ega)