Saat Anies Singgung Beban Ridwan Kamil soal Corona di Jabar

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 10:40 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung beban yang dimiliki Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Anies mengaku iba terhadap beban penanganan COVID-19 yang dimiliki Ridwan Kamil atau RK.

Pernyataan itu disampaikan Anies dalam Kongres Nasional II KA KAMMI yang disiarkan secara virtual, Sabtu (28/8/2021). Anies mulanya memamerkan capaian vaksinasi Jakarta yang sudah mencapai 105 persen.

"Di Jakarta ini tiap hari ini bisa memvaksin lebih 200 ribu orang per hari. Kenapa bisa? Kita punya 300 puskesmas lebih dan 300 puskesmas lebih itu pemanasan terus dalam setahun dengan sistem distribusi itu. Sehingga sekarang kalau ditanya Jakarta target vaksinasi kita sudah 105 persen tercapai, itu terlampaui," kata Anies.

Anies kemudian mengatakan tak seperti Jakarta, ada daerah tetangga yang capaian vaksinasinya masih di angka 15-20 persen. Namun, Anies tidak merinci wilayah tetangga yang dimaksud.

"Nah, sementara tetangga ada yang masih 15, ada yang 20 (persen)," ujarnya.

Kendati sudah melampaui target, Anies mengaku tidak bisa membagi cadangan vaksin di Jakarta ke wilayah tetangga. Namun, menurutnya, hal itu menjadi tantangan untuk ke depan membuat mekanisme kerja bersama antardaerah.

"Nah problemnya adalah kami tidak boleh masuk wilayah yang bukan wilayah DKI. Dan tapi kita koordinasi dan lainnya dikerjakan. Malah justru menurut kami ini salah satu tantangan penting untuk membuat sebuah kerja struktural agar di sebuah kawasan itu ada mekanisme kerja bersama," tutur Anies.

Anies pun kemudian menyinggung Ridwan Kamil yang memiliki tugas berat karena cakupan vaksinasi COVID-19-nya yang lebih besar. Anies mengaku kasihan terhadap beban berat yang dimiliki oleh Ridwan Kamil.

"Kasihan beban yang dimiliki oleh Pak Ridwan Kamil. Karena Pak Ridwan Kamil itu punya tanggung jawab yang seluruh Jawa barat. Sementara kalau COVID itu sebenarnya konsentrasi ada di Bogor, Depok, Bekasi, Bogor Raya itu kota dan kabupaten, kemudian Bekasi juga kota dan kabupaten. Tantangan di situ," kata Anies.

(mae/imk)