KPK Akan Terjunkan Satgas Bantu Tangani Kasus BLBI

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 19:17 WIB
Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto
Deputi Penindakan KPK Karyoto (Wilda/detikcom)
Jakarta -

KPK berencana akan mengerahkan satuan tugas atau satgas untuk menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Satgas dari KPK ini akan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

"Saya baru merencanakan, mengusulkan, nanti kalau boleh kami ada beberapa satgas yang ikut di situ. Artinya, kita kolaborasi antara Ditjen Kekayaan Negara, kepolisian, kejaksaan, dan KPK sama-sama," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi persnya, Jumat (27/8/2021).

Karyoto mengatakan sempat mengikuti rapat bersama Menko Polhukam Mahfud Md membahas kasus BLBI ini. Karyoto menyebut pentingnya para obligor tersebut untuk jujur soal aset.

"Saya pernah ikut rapat dengan Pak Mahfud juga, memang kita sengaja disuruh datang. Nah, BLBI itu kalau memang ketika obligor-obligor-nya jujur menyerahkan aset berapa secara jujur, ya mungkin tidak akan tindak pidananya," ujar Karyoto.

"Tapi, kalau asetnya di-mark up, terus kemudian saat jual diturunkan harganya mah, ini adalah celahnya. Makanya kami diundang disuruh ikut. Nanti ada beberapa pembahasan," sambungnya.

Selanjutnya, Karyoto mengatakan penagihan diberikan kepada kejaksaan. Saat ini, rencana tersebut masih dibahas.

"Kalau kejaksaan yang menagih kepada para obligor kalau memang ada, ya. Semua punya kewenangan untuk menangani. Kalau ada banyak, tinggal dibagi-bagi. Sampai saat ini baru mulai persiapannya, mulai baru pengumpulan-pengumpulan," katanya.

"Karena yang pertama, waktunya sudah cukup lama ya. Ketersediaan dokumen-dokumen juga mungkin karena BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), kemudian sekarang sudah beralih menjadi PPA kalau nggak salah. Itu kan perlu pengumpulan yang ada di Ditjen Kekayaan Negara," tambahnya.

Karyoto berharap rencana ini dapat berjalan dengan baik. Dia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti jika ada tindak pidana pada kasus ini.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: