Situs Pemerintah Disusupi Judi Online, Komisi I Minta BSSN Bergerak

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 08:52 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Foto: Pawel Kopczynski/REUTERS
Jakarta -

Sejumlah anggota Komisi I DPR RI mengkritik kinerja Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berkaitan dengan kejadian situs-situs pemerintah yang diretas dengan disusupi judi online. Kinerja BSSN selama 2 tahun belakangan ini pun mendapat sorotan.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha menyebut tugas utama BSSN yakni berkaitan dengan 'perang siber' yang terjadi di dunia maya. Tamliha mengatakan BSSN lah yang seharusnya mencegah terjadinya peretasan terhadap situs-situs pemerintahan.

"BSSN sebenarnya memiliki tugas utama untuk menghadapi 'perang siber' yamg diharapkan mampu mencegah terjadinya peretasan terhadap situs-situs milik pemerintah," kata Tamliha saat dihubungi, Kamis (26/8/2021).

Tamliha menyebut BSSN sebagai lembaga negara persatuan dari Kemenkominfo dan Lembaga Sandi Negara seharusnya bisa mengatasi terkait peretasan yang terjadi pada situs-situ pemerintahan. Namun Tamliha menyayangkan BSSN justru tidak mampu menunjukan kemampuannya berkaitan dengan itu.

"Lembaga negara ini sebelumnya adalah merger dari salah satu direktorat Kemenkominfo dan Lembaga Sandi Negara. Namun disayangkan BSSN yg berusia sekitar 2 tahun ini belum menunjukkan 'geregetnya'," ucap Tamliha.

Tamliha pun menyarankan agar jabatan pimpinan di BSSN sebaiknya diisi oleh orang yang profesional di bidang siber sehingga tidak terjadi kecolongan. "Sebaiknya Kepala BSSN dan wakilnya diganti saja kepada orang yang profesional dan ngerti tentang 'dunia siber'" imbuhnya.

Senada dengan Tamliha, anggota Komisi I Fraksi PDIP, TB Hasanuddin juga menyalahkan BSSN berkaitan dengan insiden peretasan yang terjadi pada situs-situs pemerintahan. Hasanuddin menyebut sampai saat ini BSSN memang belum mampu memberikan proteksi kepada situs-situs pemerintahan.

"Sampai saat ini badan siber kita ini atau BSSN itu belum mampu memprotek seluruh lembaga pemerintah secara optimal, begitu," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga '2 Remaja Retas Situs Sekretariat Kabinet, Motifnya Cari Keuntungan':

[Gambas:Video 20detik]