143 Aparat Penegak Hukum Aktif Kawal Bansos, Risma Beri Penghargaan

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 23:49 WIB
Tri Rismaharini
Foto: Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan piagam penghargaan kepada 143 aparat penegak hukum di Gedung Aneka Bhakti Jakarta hari ini. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi dalam penyelamatan uang negara terkait bantuan sosial (bansos).

Dalam pengawasan penyaluran bansos, Risma mengatakan Kementerian Sosial melibatkan Kejaksaan Agung, kepolisian, BPKP, dan KPK untuk menindaklanjuti berbagai pengaduan masyarakat.

"Sejak awal kami menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum, sebab tidak mungkin menyelesaikan sendiri karena jumlah pengaduan dari masyarakat yang sangat banyak," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/8/2021).

Saat ini, Risma mengaku tumpukan berkas pengaduan terkait bansos dapat mencapai 1 meter. Padahal, sebelumnya jumlah pengaduan dari masyarakat belum sebanyak ini.

"Beberapa contoh terkait dengan pengaduan seseorang yang tidak menerima bansos padahal dia layak, kami menurunkan tim untuk mengecek ke kelurahan. Sedangkan pengaduan yang terkait dengan penyelewengan langsung dikirimkan kepada kejaksaan dan kepolisian hari itu dan saya tidak pulang sebelum berkas selesai," katanya.

Untuk itu, Risma memastikan para aparat penegak hukum untuk menindak tegas para oknum yang mengambil dana bansos sehingga mengakibatkan banyak orang tidak menerimanya.

"Berkat dedikasi dan kerja keras dari aparat penegak hukum, hari ini diberikan penghargaan kepada 143 orang yang telah menindak oknum dengan tegas, sekaligus berhasil menyelamatkan uang negara dengan jumlah yang sangat besar," paparnya.

Dikatakan Risma, mengungkap kasus penyelewengan dana bansos bukanlah hal mudah. Sebab, hal ini harus melibatkan jumlah saksi hingga ribuan orang sebagai bagian dari proses pengumpulan alat bukti dan barang bukti.

"Untuk mengungkap sebuah kasus, misalnya di Kabupaten Tangerang harus mengumpulkan 4.000 saksi. Jadi semakin besar mengungkap kasus, maka semakin banyak saksi harus dimintai keterangan, terlebih saat ini masih kondisi pandemi," ungkapnya.

Di sisi lain, Kabareskrim Komjen Pol. Agus Andrianto menyampaikan bahwa sejak tahun 2020, pihaknya telah melakukan pengawasan bansos. Dalam hal ini, terdapat 131 kasus yang ditangani, proses sidik 13 kasus, masih lidik 35 kasus, 57 kasus dihentikan penyelidikannya, dan 26 kasus dilimpahkan ke Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Adapun modus yang kerap dipakai, yaitu memotong uang bansos dan bantuan beras dari setiap penerima.

Melihat banyaknya kasus yang terjadi, pihaknya turut mendukung langka Kemensos yang melibatkan berbagai aparat penegak hukum.

"Kami mendukung upaya Bu Mensos memperbaiki data secara berkelanjutan yang melibatkan semua pihak mulai dari pemerintah daerah, pendamping, kepolisian, kejaksaan dan BPKP untuk menghitung kerugian negara," katanya.

Senada dengan Agus, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Sunarta juga mendukung terwujudnya rasa keadilan sosial dalam penyaluran bansos bagi masyarakat.

"Kami menindak tegas pihak yang mengambil keuntungan sendiri saat pandemi dan penghargaan ini sebagai amunisi bagi penegak hukum agar tetap memiliki integrasi dengan semangat keikhlasan untuk bangsa dan negara," pungkasnya.

Sebagai informasi, di kesempatan tersebut, Risma menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada jajaran Kepolisian antara lain:
1. Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si;
2. Wakapolri Komjen Pol. Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si;
3. Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H;
4. Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si;
5. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si;
6. Direktur Tindak Pidana Korupsi, Brigjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto;
7. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur; Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H;
8. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si;
9. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dr. M. Fafdil Imran, M.Si.

Sedangkan, penerima penghargaan dari Kejaksaan terdiri dari:
1. Jaksa Agung Indonesia Dr. Sanitiar Burhanuddin, S.H, M.M;
2. Wakil Jaksa Agung Indonesia Setia Untung Arimuladi, S.H., M.Hum;
3. Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Dr. Sunarta, S.H., M.M.
4. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Ali Mukartono, S.H, M.H;
5. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang H. Bahrudin, S.H.,M.H;
6. Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Dr. Reda Manthovani, S.h., M.H., LL. M;
7. Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. Masyhudi, S.H., M.H.

(mul/mpr)