Round-Up

4 Fakta KKB Sadis Bunuh Pekerja Proyek Jembatan di Papua

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 22:35 WIB
Satgas Nemangkawi mengevakuasi pekerja jembatan di Yahukimo, Papua
Satgas Nemangkawi saat berupaya mengevakuasi pekerja jembatan (Foto: dok. Istimewa)
Jayapura -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah. Kelompok yang sudah ditetapkan sebagai teroris itu diduga membunuh pekerja proyek jembatan di Papua.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (22/8/2021) sekitar pukul 16.30 WIT. Pembunuhan diduga terjadi di Kampung Kribun, Distrik Dekai, Yahukimo, Papua.

Berikut lima fakta pembunuhan oleh KKB tersebut:

1. Korban Tewas 2 Orang

Dua korban tewas merupakan pekerja jembatan di Sungai Brazza, yakni Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pramuji. Korban merupakan karyawan PT Indo Papua, yang sedang mengerjakan proyek tersebut. TKP pembunuhan disebut berjarak 10 kilometer dari kamp milik PT Indo Papua.

"Memang benar ada laporan tentang pembunuhan dua karyawan. Namun laporan lengkapnya masih menunggu dari Kapolres Yahukimo karena saat ini anggota masih berada di TKP," kata Kapolda Papua, Irjen Mathius Farikhi, seperti dilansir dari Antara.

2. Diduga Dilakukan KKB Tendius Gwijangge

Teroris KKB yang diduga membunuh dua pekerja proyek jembatan di Sungai Brazza, Yahukimo, Papua, itu dipimpin Tendius Gwijangge. Hal tersebut diketahui setelah polisi melakukan olah TKP.

"Benar bahwa telah terjadi pembantaian dua orang sipil pekerja PT Indo Papua di jembatan Kali Brasa. Dari keterangan olah TKP, diduga pelaku pembantaian tersebut adalah KKB wilayah Yahukimo pimpinan Tendius Gwijangge," ujar Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Ahmad Musthofa Kamal melalui keterangan tertulis, Senin (23/8/2021).

Kamal menegaskan pasukan gabungan TNI-Polri akan memburu para pelaku. Dia meminta warga melapor ke polisi apabila memiliki informasi seputar KKB pimpinan Tendius Gwijangge.

"Aparat tidak akan tinggal diam dan mengusut tuntas sesuai prosedur hukum pelaku pembantaian pekerja PT Indo Papua ini. Kepada warga masyarakat yang memiliki info seputar KKB wilayah Yahukimo pimpinan Tendius Gwijangge, agar tidak segan melapor ke kepolisian terdekat," ujarnya.

3. Satgas Nemangkawi Ditembaki KKB Saat Evakuasi Pekerja

Satgas Nemangkawi melakukan evakuasi karyawan PT Indo Papua dari lokasi di Kali Yegi pascapembunuhan dua pekerja jembatan. Satgas Nemangkawi mendapat tembakan dari teroris KKB saat proses evakuasi.

"Akibat kejadian itu, empat orang Tim Satgas Nemangkawi mengalami luka tembak rekoset dari KKB," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmas Musthofa Kamal di Jayapura, Senin (23/8).

Kamal mengatakan baku tembak bermula saat personel Satgas Nemangkawi mendatangi kamp PT Indo Papua menggunakan mobil untuk mengecek dan membantu evakuasi barang-barang milik karyawan. Saat Tim Satgas tiba di TKP jembatan Kali Braza, rombongan ditembaki dari arah bukit yang diduga dilakukan KKB. Personel Satgas Nemangkawi membalas tembakan, para pelaku kemudian kabur.

Personel melanjutkan perjalanan menuju kamp di Kali Yegi. Saat berada di pertigaan Jalan Trans Papua Dekai Yahukimo-Tanah Merah, rombongan Satgas Nemangkawi kembali ditembaki oleh KKB. Kamal menyebut KKB juga memblokir jalan dengan menebang kayu dan meletakkan di badan jalan.

Tim Satgas Nemangkawi melakukan pengecekan di kamp Kali Yegi dan mencari karyawan PT Indo Papua dengan membunyikan sirene. Mereka melakukan hal itu dengan maksud agar karyawan keluar dari persembunyian, tapi tidak ditemukan adanya karyawan PT Indo Papua.

Satgas Nemangkawi bergerak kembali ke arah kota dan mendapat tembakan tidak jauh dari lokasi kamp Kali Bele. Kontak tembak terjadi sekitar 30 menit. Saat kontak tembak, personel berusaha bergerak maju namun terhalang pohon yang di tebang oleh KKB.

Satgas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan mendapati para karyawan PT Indo Papua bersembunyi di pinggir Kali Braza. Tim mengamankan para karyawan ke atas kendaraan dan membawa menuju Mapolres Yahukimo. Ada 11 orang yang dievakuasi.

Kamal mengatakan anggota yang mengalami luka tembak telah mendapatkan perawatan medis di Dekai. Dia menegaskan Satgas akan memburu pelaku.

"Personel Satgas Nemangkawi akan terus memburu pelaku dan menindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua," ujar Kamal.

4. KKB Pembunuh Pekerja Jembatan Diduga Punya 6 Senpi

KKB pimpinan Tenius Gwijangge, yang diduga membunuh dua pekerja pembangunan jembatan di Yahukimo, Papua, diduga memiliki enam pucuk senjata api berbagai jenis. Dari enam pucuk, dua di antaranya merupakan senjata api jenis SS2 V1 kaliber 5,56 milik Yonif Linud 432 Kostrad yang diduga direbut KKB.

Komandan Tim Penegakan Hukum Satgas Nemangkawi Kombes Faisal Rahmadani mengatakan pihaknya menduga kedua pucuk senjata api milik TNI AD sudah berada di tangan kelompok Tenius Gwijangge.

"Senjata tersebut memiliki 'trijicon' hingga tembakan mereka terbidik semua," ungkap Kombes Faisal seperti dilansir dari Antara. Dia mengaku belum mengetahui jenis empat pucuk senpi lainnya.

(haf/haf)