Demokrat Bela Rumdin Bupati PPU, Minta Anggaran Rp 34 M Dijelaskan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 17:44 WIB
Kamhar Lakumani (Dokumentasi pribadi).
Foto: Kamhar Lakumani (Dokumentasi pribadi).
Jakarta -

Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud (AGM) membangun rumah dinas bupati yang saat ini telah menelan biaya kurang-lebih Rp 34 M. Partai Demokrat membela langkah kadernya tersebut.

"Pengadaan dan pembangunan rumah dinas bupati sebagai fasilitas pendukung kelancaran tugas adalah fasilitas yang bersifat standar adanya, termasuk untuk PPU," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Untuk diketahui, Abdul Gafur Mas'ud merupakan ketua DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan. Kamhar menyesalkan pemerintahan PPU periode sebelumnya tidak menyiapkan rumah dinas.

"Sangat disayangkan masa pemerintahan periode-periode terdahulu belum menyiapkan, padahal umumnya daerah-daerah yang seusia PPU atau bahkan lebih muda telah memiliki fasilitas rumah dinas bupati dan wakil bupati. Padahal PPU terbilang sebagai salah satu kabupaten dengan besaran APBD yang cukup tinggi," kata Kamhar.

Kamhar menyebut langkah Bupati PPU terkait rumah dinas selayaknya diapresiasi. Namun, Kamhar menyoroti jumlah anggaran yang seharusnya bisa lebih rasional.

"Inisiatif AGM selaku Bupati PPU periode saat ini untuk mengadakan rumah dinas bupati tentu bisa dimaklumi bahkan mesti diapresiasi, ibaratnya menyelesaikan pekerjaan rumah dari pendahulunya," katanya.

"Meskipun demikian, untuk besaran anggarannya mesti rasional dan wajar apalagi di situasi sekarang yang tengah prihatin karena krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Sensitivitas ini menjadi penting. Karenanya segera dituntaskan dan berikan penjelasan kepada publik tentang mekanisme pengadaan dan besaran anggarannya sehingga akuntabel dan menghentikan bola liar atas polemik yang tidak perlu," ujarnya.

Bupati PPU Buka Suara

Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud buka suara soal pembangunan rumah dinas bupati yang saat ini telah menelan biaya kurang-lebih Rp 34 M. Gafur menargetkan rumah dinas itu rampung 100 persen di tahun ini. "Emang dia belum 100 persen tapi kalau nggak salah sudah 88 persen katanya. Kalau saya sih harus rampung tahun ini, saya mewajibkan rampung tahun ini," kata Gafur saat dihubungi, Senin (23/8).

Gafur menjelaskan, selama ini pimpinan daerah di PPU belum mempunyai rumah dinas. Gafur lantas membandingkannya dengan daerah-daerah lain.

"Kabupaten Penajam Paser Utara itu tidak punya rumah dinas, beda dengan kabupaten lain. Kabupaten lain itu punya semua, kabupaten Kubar, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Balikpapan. Kalau Balikpapan oke lah ya karena kota tua, Samarinda kota tua tapi yang baru-baru itu sudah punya rumah dinas semua. Kabupaten Penajam Paser Utara itu sudah 20 tahun nggak punya rumah dinas, jadi kita membuat rumah dinas," ujar dia.

Lihat juga Video: Ketua DPRD Sumbar Minta Maaf, Tunjukkan Proyek Rehab Rumdin Rp 5,6 M

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)