Tangani Pasien COVID-19, 5 Kapal Pelni Jadi Lokasi Isolasi Terpusat

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 16:41 WIB
KM Bukit Raya (Antara/HO-Pelni)
Foto: KM Bukit Raya (Antara/HO-Pelni)
Jakarta -

Pemerintah melakukan berbagai upaya guna mempercepat penanganan COVID-19 di Tanah Air. Salah satunya dengan menyiapkan fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter) Terapung pada 5 kapal Pelni.

Saat ini, 5 kapal Pelni telah disulap menjadi lokasi Isoter Terapung untuk melayani kebutuhan isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala dan bergejala ringan. Adapun penempatannya dilakukan secara menyebar di berbagai wilayah di Indonesia.

"Upaya penyediaan kapal isoter ini merupakan bentuk komitmen dukungan kami, sejalan dengan arahan Presiden yang meminta Kementerian dan Lembaga untuk bersama-sama membantu mempercepat penanganan COVID-19 di Indonesia," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dikutip dari situs Satgas COVID-19 covid19.go.id, Jumat (20/8/2021).

Diketahui, kelima kapal Pelni ini sudah tersedia bagi masyarakat di 6 kabupaten/kota, antara lain.

1. KM Tatamailau

Kapal ini mampu menampung 448 pasien dan ditempatkan di Pelabuhan Bitung untuk melayani masyarakat Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.

2. KM Bukit Raya

Kapal berkapasitas 450 pasien ini berlokasi di Pelabuhan Belawan untuk melayani masyarakat Kota Medan.

3. KM Sirimau

Kapal Sirimau dengan kapasitas 449 pasien bakal melayani masyarakat Kota Sorong di Pelabuhan Sorong.

4. KM Tidar

Memiliki kapasitas 873 pasien, kapal Pelni yang ditempat di Pelabuhan Jayapura akan menjadi fasilitas Isoter Terapung masyarakat Kota Jayapura.

5. KM Umsini

Kapal Umsini yang berada di Pelabuhan Makassar menjadi kapal Pelni pertama yang beroperasi sebagai lokasi Isoter Terapung. Kapal ini ditempatkan untuk melayani kebutuhan isolasi masyarakat Kota Makassar.

Diketahui kapal ini sudah beroperasi menjadi lokasi Isolasi Terpusat (Isoter) Terapung sejak Senin (2/8) lalu dan mampu menampung 785 pasien.

Dengan adanya kelima kapal ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas isolasi terpusat. Sehingga, penanganan pasien COVID-19 dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih baik.

"Semoga masyarakat yang terpapar dan melakukan isolasi di kapal isoter ini bisa tetap enjoy dan cepat sembuh," pungkas Budi.

(akn/ega)