Siapa Itu Ryan Jombang? Ini Jejaknya di Pembunuhan Berantai

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 13:45 WIB
Siapa Itu Ryan Jombang? Ini Jejaknya di Pembunuhan Berantai
Siapa Itu Ryan Jombang? Ini Jejaknya di Pembunuhan Berantai (Foto: detikcom)
Jakarta -

Siapa itu Ryan Jombang kembali dipertanyakan usai dirinya mengalami penganiayaan oleh Habib Bahar bin Smith di dalam bui. Keduanya diketahui berada di Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat.

Disebutkan, Ryan Jombang ditinju oleh Habib Bahar lantaran masalah uang. Ia pun sempat muntah darah akibat pemukulan itu.

Lalu, Siapa Itu Ryan Jombang?

Ryan Jombang diketahui memiliki nama asli Very Idham Henyansyah. Dia merupakan terpidana mati kasus pembunuhan berantai sekitar 12 tahun silam.

Diketahui Ryan melakukan pembunuhan kejam terhadap 11 korbannya. Pada 12 Juli 2008, aksinya terungkap setelah ditemukan 7 potongan tubuh di lahan kosong di Jalan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.

Salah satu potongan tubuh yang ditemukan adalah kepala. Setelah ditelusuri, korban tersebut bernama Heri Santoso.

Polisi yang menyelidiki kasusnya menetapkan Ryan sebagai tersangka. Ia ditangkap di salah satu rumah di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat, 15 Juli 2008.

Ryan membunuh Heri di apartemen Margonda Garden Residence, kamar 309, Jalan Margonda Raya, Depok. Ryan tega membunuh Heri dan memutilasinya karena cemburu.

Dari kasus mutilasi korban Heri, polisi mengungkap ada 10 jasad pembunuhan Ryan lainnya yang ditanamnya di belakang rumahnya di Jombang, Jawa Timur. Ditambah Heri Santoso, total Ryan menghabisi 11 orang.

Korban yang ditanam di belakang rumah Ryan adalah:

1. Grady
2. Vincentius Yudhy Priyono alias Vincent (30)
3. Grendy
4. Guruh Setyo Pramono alias Guntur
5. Agustinus F Setiawan alias Wawan (28)
6. Nanik Hidayati (31)
7. Sylvia Ramadani Putri (anak Nanik yang berusia 3 tahun)
8. Aril Somba Sitanggang (34)
9. Muhammad Akhsoni alias Soni (29)
10. Zaenal Abidin alias Zeki (21).

Ryan Jombang Diadili di PN Depok dan Belum Dieksekusi

Menjawab siapa itu Ryan Jombang, pelaku pembunuhan berantai tersebut diadili di PN Depok dengan hukuman mati pada 6 April 2009. Ryan sempat mengajukan banding dan kasasi tapi majelis hakim bersikeras Ryan harus dihukum.

Kemudian Ryan menggunakan upaya hukum luar biasa PK dan tetap ditolak sesuai perkara bernomor register 25 PK/PID/2012 yang diputus pada 5 Juli 2012.

Kabag Humas dan Publikasi Ditjen Pas Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti angkat suara mengenai eksekusi mati Ryan Jombang yang tak kunjung dilaksanakan. Rika menyebut eksekusi mati terhadap Ryan adalah kewenangan Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Kalau masalah eksekusi kita ngikutin dari Kejaksaan Agung, karena kewenangan untuk eksekusi bukan ada di kita, ada di Kejaksaan Agung. Kalau kita hanya melaksanakan saja. Eksekusi kapan? Kita laksanakan, gitu," jelas Rika kepada wartawan, Kamis (19/8).

Rika menyebut Ryan masih memiliki hak untuk mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan penempatan Ryan di Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat, telah sesuai aturan.

"Saya masih cek nih masalah PK-nya, tapi yang pasti dia masih punya hak untuk grasi. Dan penempatan di lapas itu masih sesuai, karena hukuman mati itu ada di beberapa lapas," kata Rika.

(izt/imk)