Mengenal Local Heroes di Aceh-Papua Lewat Rumah Digital Indonesia

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 12:37 WIB
Wajah Indonesia di Rumah Digital Indonesia (Foto: Istimewa)
Foto: Wajah Indonesia di Rumah Digital Indonesia (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Indonesia sudah 76 tahun menjadi bangsa yang merdeka. Kemerdekaan bangsa ini merupakan buah dari perjuangan para pahlawan yang rela berperang melawan penjajah.

Jika dulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan demi kemerdekaan bangsa ini, kini banyak pahlawan yang berjuang demi masyarakat yang merdeka dari kebodohan, masalah kesehatan, kerusakan alam, hingga merdeka dari kemiskinan.

Para pahlawan itu adalah orang-orang biasa, tetapi jasanya luar biasa bagi daerah-daerah di Indonesia. Mereka adalah pahlawan bagi masyarakat daerahnya.

Di Aceh misalnya, ada Nurjanah Husien, seorang perempuan yang mendirikan Yayasan Darah untuk Aceh. Nurjanah yang resah melihat banyak penderita talasemia di Aceh mendirikan yayasan untuk membantu mereka mendapatkan darah dan biaya berobat.

Beralih ke Jawa Timur, ada Muhammad Rasid yang mengubah permukiman gelap gulita di Desa Andung, Kecamatan Tiris, Probolinggo, menjadi terang benderang. Bermodal uang Rp 3,5 juta dari tabungan pribadinya, Rasid bereksperimen menciptakan energi listrik melalui kincir air "Lang Baling".

Kemudian, Nusa Tenggara Barat punya sosok Ellena Rahmawati yang berjuang mengalirkan air bersih ke seluruh desa di Lombok Timur. Tatkala melihat warga Lombok Timur harus mengantre bahkan berjalan berhari-hari untuk mendapatkan air bersih, Ellena menginisiasi Yayasan Masyarakat Peduli untuk memasang pipa air ke seluruh desa di sana.

Di Kalimantan Tengah, ada Siti Maimunah, seorang akademisi yang melestarikan hutan pendidikan Mungku Baru. Ia juga mengajari dan mendampingi masyarakat setempat untuk memiliki usaha tanpa merusak hutan. Selain itu, Siti melakukan reboisasi di lahan 100 hektar bersama peneliti internasional.

Selanjutnya, Sulawesi Tenggara punya pahlawan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan anak jalanan. Ia adalah Jemima Tanjung Niasari. Jemima mendirikan sekolah Kelompok Bermain, TK, SD, dan SMP untuk anak berkebutuhan khusus dan tidak mampu di Kendari sehingga ia dijuluki sebagai ibu anak-anak jalanan.

Di Maluku, ada Elsye Syauta Latuheru yang berupaya memulihkan luka fisik dan psikis masyarakat Ambon akibat kekerasan saat kerusuhan berbau konflik agama pada 1999.

Wajah Indonesia di Rumah Digital Indonesia (Foto: Istimewa)Pahlawan lokal di Maluku (Foto: Istimewa)

Kemudian, di Papua ada Maximus Tipagau yang mendirikan Yayasan Somatua. Melalui yayasan itu, Maximus membuat program 'dokter terbang' dengan mendatangkan dokter ke Intan Jaya yang punya banyak kasus kekurangan gizi. Selain itu, Yayasan Somatua punya program pengembangan masyarakat lokal Papua.

Wajah Indonesia di Rumah Digital Indonesia (Foto: Istimewa)Pahlawan lokal di Papua (Foto: Istimewa)

Papua juga punya sosok Yulita Yeimo yang memberdayakan ekonomi perempuan di Kelurahan Wosi, Distrik Manokwari Barat, Papua Barat, melalui produksi kerajinan khas Papua. Mereka merajut noken (tas multifungsi yang identik dengan Papua), khususnya noken yang terbuat dari serat benang ganemo. Pemberdayaan yang dilakukan Yulita telah meningkatkan penghasilan ibu-ibu di Kampung Wosi.

Selain mereka, masih banyak sosok pahlawan yang berbuat hal luar biasa di 34 provinsi di Indonesia. Kisah-kisah dan jasa luar biasa yang mereka lakukan sebagai 'Wajah Indonesia' bisa disimak di Rumah Digital Indonesia (RDI).

Staf Khusus Presiden sekaligus Ketua Bidang Pengembangan Konten RDI Putri Tanjung berharap, jasa para pahlawan dalam 'Wajah Indonesia' bisa menginspirasi anak-anak muda.

"Merekalah orang-orang baik dan berjasa yang membuat api optimisme kita sebagai bangsa tetap menyala ke depan. Semoga mereka bisa jadi inspirasi dan panutan kita semua, terutama generasi muda, dalam berkontribusi dan berdampak bagi masyarakat," kata Putri, Jumat (20/8/2021).

Untuk membaca kisah-kisah mereka, kamu bisa akses www.rumahdigitalindonesia.id, lalu klik peta dan pilih "Petualangan Nusantara dan Wajah Indonesia".

Kisah-kisah para local heroes Indonesia bisa dibaca di 'Wajah Indonesia' yang ada di tiap provinsi dengan mengeklik tanda tiap provinsi.

(mae/imk)