Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Serius Tangani Limbah Medis

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 12:36 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony
Foto: DPRD Surabaya
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mengingatkan risiko ledakan sampah medis di Kota Surabaya. Ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mengambil tindakan agar masalah sampah medis tak menjadi medium penularan COVID-19.

"Perlu standarisasi penanganan sampah masker berbahaya ini. Ancaman penyebaran COVID harus diantisipasi dari sampah medis ini," kata Thony dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (20/8/2021).

Dalam tinjauannya, AH Thony menemukan sampah masker di TPS Rangkah kian menumpuk. Menurut Politisi dari Partai Gerindra ini, banyaknya limbah masker jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bakal menimbulkan masalah baru di masyarakat.

"Ada masyarakat terpapar COVID tanpa gejala. Salah satu yang kami khawatirkan adalah jika mereka yang tanpa gejala ini membuang masker bekasnya sembarangan. Itu bisa menjadi transmisi virus untuk menular ke orang lain," jelas Thony.

Risiko bahaya tersebut, kata dia, mengintai banyak pihak, mulai dari petugas kebersihan hingga masyarakat umum. Ia mengingatkan Pemkot Surabaya untuk segera mengangani masalah ini agar tidak ada klaster dari pembuangan sampah masker.

Thony pun menyinggung pemahaman warga terkait cara membuang limbah masker juga masih kurang. Banyak yang membuangnya di pinggir jalan atau diletakkan sembarangan di rumah.

Menurut Thony Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) harus melakukan langkah penanganan yang efektif dan aman, seperti mengeluarkan imbauan agar masker dihancurkan sebelum dibuang.

Thony menyarankan jika sebelumnya hanya terdapat pembedaan tempat sampah basah dan kering, organik non organik, kini harus ditambahkan pula tempat sampah untuk limbah medis. Untuk menyediakan tiga bak sampah yang berbeda, kata dia, Pemkot harus memikirkannya melalui DKRTH hingga kelurahan.

Di sisi lain, urai Thony, perlu kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah medis sembarangan.

"Ingat, Surabaya punya ribuan kader lingkungan. Mereka harus diberdayakan membantu Pemkot memberi edukasi pada masyarakat. Sosialisasi cara membuang sampah masker yang benar harus masif dilakukan," papar Thony.

Ia menjabarkan kader lingkungan tersebar di seluruh kelurahan. Mereka bisa diberdayakan untuk menyosialisasikan pada masyarakat cara aman memilah sampah medis.

"Saya banyak menemukan sampah rumah tangga bercampur dengan masker bekas pakai. Hal ini membuktikan jika masyarakat kurang teredukasi untuk pembedaan sampah-sampah tersebut," sebut Thony.

(mul/mpr)