Satgas Bicara Pentingnya Peran Perguruan Tinggi untuk Pemulihan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 07:20 WIB
Kepal BNPB Letjen TNI Ganip Warsito di Command Center Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (2/6/2021).
Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jakarta -

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nasional Ganip Warsito meyakini Bali yang didukung dengan nilai-nilai budaya, dapat segera kembali pulih dari pandemi COVID-19. Dia lantas menyinggung kolaborasi pentahelix yang diusung di Pulau Dewata ini.

"Kolaborasi pentahelix khususnya peran perguruan tinggi (mampu) menjadi akselerator pemulihan kehidupan masyarakat dengan semangat Bali Bangkit dan Bali Kembali," ujarnya dikutip dari laman covid19.go.id, Jumat (20/8/2021).

Hal ini dia ungkapkan saat berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, perwakilan perguruan tinggi Bali, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) serta para relawan pada Kamis (19/8), baik secara virtual maupun tatap muka.

Kepala BNPB ini menuturkan kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh dari kementerian dan lembaga terkait dalam program percontohan percepatan penanganan COVID-19, antara lain dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

"Dukungan konkret tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang melibatkan ribuan mahasiswa di Bali, dan program riset kebencanaan hasil proses seleksi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia," jelasnya.

Dia mengungkap sebanyak 49 riset kebencanaan yang terpilih dalam proses itu akan memfokuskan pada kajian kebijakan strategis percepatan pemulihan dari pandemi dari semua aspek.

"Salah satu program besar yang saat ini sedang dan terus akan berjalan adalah kolaborasi riset kebencanaan yang melibatkan 23 universitas dan KKN Tematik yang melibatkan tidak kurang dari 5.000 mahasiswa di Provinsi Bali," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ganip bangga dan mengapresiasi pada komunitas perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam penanganan COVID-19, baik dalam bentuk riset kebencanaan dan keikutsertaan mahasiswa dalam program KKNT yang terjun langsung di tengah masyarakat.

"Melalui riset penelitian ini, saya berharap seluruh peneliti dapat berkontribusi untuk menghasilkan produk keilmuan yang bernilai akademis tinggi seperti artikel penelitian, buku, kebijakan, dan produk inovatif tetapi applicable dalam penyelesaian permasalahan kebencanaan, khususnya pandemi COVID-19 di Provinsi Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya," jelasnya.

Ia berpesan bahwa kontribusi langsung mahasiswa dalam program KKNT dapat menjadi agen-agen perubahan dalam menuntaskan masalah-masalah sosial di masyarakat dengan dasar keilmuan dan ketertarikan mereka masing-masing.

Kolaborasi kementerian dan lembaga serta kerja keras masyarakat Bali yang sangat kental dengan nilai-nilai budaya ini diharapkan dapat mengendalikan penyebaran COVID-19 sehingga kehidupan masyarakat cepat kembali pulih dan dan Bali sebagai tuan rumah dapat menyelenggarakan Global Platform for Disaster Risk Reduction yang akan digelar pada 2022 dan diikuti 193 negara.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali TJok Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi dukungan BNPB dan jajarannya dalam percepatan penanganan COVID-19. Ia pun menyampaikan pemerintah daerah telah bekerja keras, salah satunya upaya vaksinasi mencapai 100 persen lebih, bahkan untuk vaksinasi tahap kedua bagi masyarakat Bali. Pihaknya pun melibatkan secara aktif masyarakat adat dalam penanganan pandemi.

(prf/ega)