Pengacara Habib Rizieq Surati MA Minta Surat Penetapan Penahanan Dibatalkan

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 16:51 WIB
Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar
Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar (Zunita Putri/detikcom)
Jakarta -

Tim pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS) mengirim surat ke Mahkamah Agung (MA). Mereka meminta MA membatalkan surat penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terkait perpanjangan penahanan Habib Rizieq.

"(Mengirim surat) permohonan pembatalan atas surat penetapan penahanan kepada Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta," ujar Aziz Yanuar di gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2021).

Diketahui, PT DKI Jakarta memperpanjang penahanan Habib Rizieq hingga 30 hari ke depan melalui surat penetapan Wakil Ketua PT DKI. Aziz menilai penetapan itu tidak sesuai dengan aturan, menurutnya yang bisa menetapkan perpanjangan penahanan hanya hakim PT DKI yang mengadili perkara Habib Rizieq.

"Bahwa kami tidak bosan-bosan untuk menegaskan dan mengulangi bahwa tindakan penetapan penahanan IB-HRS melalui surat Nomor 1831/Pen.Pid/2021/PT DKI tertanggal 5 Agustus 2021 yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta adalah merupakan bentuk kesewenang-wenangan dalam penegakan hukum, cacat prosedur, cacat administrasi, dan sangat jauh dari nilai-nilai keadilan," katanya.

Aziz menilai surat tersebut melanggar prosedur dan administrasi serta hukum Pasal 27 ayat (1) KUHAP. Di mana dalam aturan itu yang berwenang mengeluarkan surat tersebut adalah Hakim Pengadilan Tinggi yang mengadili perkara bukan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi.

Aziz juga menyebut tim pengacara Habib Rizieq telah mengajukan permohonan perlindungan hukum ke Ketua Mahkamah Agung, Badan Pengawas Mahkamah Agung RI, Komisi Yudisial, Komnas HAM, Komisi 3 DPR RI dan Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta perihal surat penetapan penahanan itu. Dia juga berencana melaporkan dugaan maladministrasi yang diduga dilakukan oleh Wakil Ketua PT DKI berkaitan surat penetapan penahanan.


Permohonan Daftar Kasasi Perpanjangan Penahanan Ditolak

Selain itu, dia mengaku sudah mengajukan permohonan kasasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait penetapan perpanjangan penahanan. Namun ditolak oleh pengadilan.

"Sebelumnya kita sudah ke Ketua Pengadilan Tinggi, tadi kita sampaikan juga rencananya kalau kasasi kita dipermasalahkan, karena kita melihat ada berbagai penolakan di pengadilan negeri. Kasasi kan lewat PN, dari berbagai pengadilan negeri kita tempuh ada 5 (pengadilan negeri), tidak diterima," kata Aziz.

Atas penolakan ini, pihaknya berencana melaporkan pengadilan negeri ke Ombudsman dengan dugaan maladministrasi. Menurutnya, pengadilan negeri tidak boleh menolak dan memutus permohonan kasasi ini.

"Kalau sampai besok kita masih belum terima kasasinya kalau gitu, kita kirim pengaduan ke Ombudsman," tegasnya.

Aziz mengungkapkan alasan Pengadilan Negeri Jakarta Timur menolak permohonan kasasi tim pengacara Habib Rizieq karena teknis. "(alasan ditolak) juknis tak dikenal, padahal kita sudah sampaikan argumen Pasal 30 tentang MA," pungkasnya.

Diketahui, masa penahanan Habib Rizieq Shihab diperpanjang oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta hingga 7 September. Nantinya masa penahanan Rizieq bisa berubah lebih lama atau lebih singkat bergantung pada putusan di tingkat lanjutan telah diketok.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kajari Jaktim) Ardito Muwardi mengatakan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jaktim telah melaksanakan penetapan pengadilan terkait penahanan Habib Rizieq pada Kamis (5/8). Habib Rizieq ditahan selama sebulan berdasarkan penetapan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 1831/Pen.Pid/2021/PT. DKI tanggal 05 Agustus 2021 tentang penahanan pada tingkat banding dalam perkara RS Ummi dengan Nomor Perkara: 225/Pid.Sus//2021/PN. Jkt.Tim atas nama Habib Rizieq Shihab.

(zap/yld)