Menhub Bicara Pentingnya Informasi BMKG untuk Angkutan Laut

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 15:16 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi di Pulau Nipa, Kepulauan Riau
Foto: Adhyasta/detikcom
Jakarta -

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkap pentingnya sinergi Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan keselamatan angkutan penyeberangan. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap 238 pelabuhan laut yang direncanakan melayani angkutan penyeberangan dan 208 pelabuhan laut yang sudah melayani angkutan penyeberangan.

"Dukungan informasi iklim dan cuaca dari BMKG sangat penting peranannya dalam transportasi, dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan, guna mencegah terjadinya korban jiwa dan kerugian," jelas Budi Karya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8/2021).

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi FGD virtual bertema 'Waspada Cuaca, Tingkatkan Keselamatan Jalur Penyeberangan' yang diselenggarakan oleh BMKG pada Rabu (18/8). Ia menjelaskan pelaksanaan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) kini menjadi tugas dari Ditjen Perhubungan Darat melalui Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan.

"Mulai 1 Juni 2021, pelaksanaan keselamatan dan keamanan pelayaran ASDP menjadi tugas dari Ditjen Perhubungan Darat, yang sebelumnya dilaksanakan oleh Ditjen Perhubungan Laut," ujarnya.

Lebih lanjut Budi mengungkap saat ini terdapat 238 pelabuhan laut yang direncanakan melayani angkutan penyeberangan, serta terdapat 208 pelabuhan laut yang sudah melayani angkutan penyeberangan. Menurutnya, pengembangan jaringan pelayanan penyeberangan melalui konsep sabuk lintas berpotensi menjangkau 2.342 pulau berpenghuni dan 31 pulau kecil terluar yang berpenghuni.

Untuk itu, Budi menilai perlunya sinergitas antara BMKG dan Kemenhub untuk menjaga aspek keselamatan dari angkutan penyeberangan. Ia pun menerangkan beberapa hal diharapkan pihaknya dari BMKG untuk meningkatkan aspek keselamatan angkutan penyeberangan.

Mulai dari pemasangan alat atau sensor observasi cuaca maritime (AWS, HF Radar) pada pelabuhan penyeberangan, penempatan petugas BMKG pada pelabuhan yang padat aktivitas dan berada pada area rawan perubahan cuaca ekstrem, sosialisasi kepada stakeholder pelabuhan penyeberangan terkait informasi cuaca, memberikan pelatihan kepada petugas di pelabuhan penyeberangan dalam membaca dan mengevaluasi data terkait cuaca, dan integrasi data terkait informasi cuaca (contoh integrasi dengan peta pelayaran digital yang diterbitkan Pushidros TNI AL).

Sementara itu, lanjutnya, Kemenhub juga perlu meningkatkan fungsi stasiun (local port service/LPS). Menurutnya hal ini diperlukan tak hanya untuk melayani pengaturan kapal, akan tetapi juga menjadi pusat informasi cuaca maritim di pelabuhan penyeberangan.

"Saya meminta kepada seluruh stakeholder pelabuhan penyeberangan agar senantiasa bersikap waspada, sigap, patuh dan disiplin dalam menjaga aspek keselamatan dan keamanan angkutan penyeberangan kita. Sehingga masyarakat pengguna jasa merasa aman menggunakan angkutan penyeberangan," katanya.

Sebagai informasi, diskusi ini turut dihadiri oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi, Dirjen Perhubungan Laut, Agus H. Purnomo, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

(ncm/ega)