OPPO Digugat Nokia Rp 2,3 T: Kami Sangat Hormati Proses Peradilan

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 11:13 WIB
Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menghentikan sementara aktivitas persidangan terhitung sejak hari ini hingga 24 Juni 2021.
Foto: PN Jakarta Pusat (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Nokia menggugat PT Bright Mobile Telecommunication dan PT Selalu Bahagia Bersama terkait hak paten yang dipakai jaringan 3G dan 4G oleh OPPO. Atas gugatan itu, OPPO di bawah naungan PT World Innovative Telecommunication menyatakan menghormati proses hukum tersebut.

"Kami sedang bernegosiasi dengan Nokia untuk memperbarui lisensi paten dan terus berkoordinasi untuk mencapai kesepakatan. Kami kecewa dengan bahwa di tengah proses, Nokia memilih untuk menyelesaikan melalui pengadilan," kata PR Manager OPPO Indonesia, Aryo Meidianto A dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (18/8/2021).

"Masalah gugatan ini terkait dengan jaringan 3G dan 4G. OPPO sangat menghormati proses peradilan, oleh karena itu kami akan menanggapi tuntutan hukum paten yang ditujukan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan juga terus menjaga komunikasi dua arah dengan Nokia terkait negosiasi paten," sambung Aryo.

OPPO menyatakan dirinya adalah perusahaan teknologi dengan sejumlah besar paten, yang menempati peringkat di antara 10 pelapor The Patent Cooperation Treaty (PCT) teratas di seluruh dunia pada 2020. Di Indonesia, OPPO telah beroperasi selama hampir 8 tahun.

OPPO juga mengaku membantu membangun kemajuan industri telekomunikasi di Indonesia dan menghasilkan ribuan tenaga pemasaran yang terampil dan berkontribusi untuk negara dengan memiliki pabrik mandiri di Tangerang.

"Kami juga berkomitmen untuk menyaring sumber daya yang unggul untuk ditempatkan di pabrik kami. Kami juga telah membangun ratusan pusat purna jual mandiri di berbagai wilayah Indonesia," ujar Aryo.

OPPO juga mengaku aktif berkomunikasi dengan pemerintah untuk penerapan teknologi komunikasi baru seperti 5G. "Untuk itu, OPPO akan selalu mematuhi setiap peraturan yang berlaku di mana OPPO menjalankan bisnisnya, termasuk di Indonesia," kata Aryo menegaskan.

Simak berita selengkapnya awal mula perkara ini di halaman selanjutnya.