Saat 1.100 Orang Antre Donor Darah

Isfari Hikmat - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 16:42 WIB
Jakarta -

Petugas memanggil antrean donor darah untuk urutan ke-602 agar melakukan pemeriksaan dokter. Di ruangan sebelahnya, wajah-wajah serius terpancar dari paramedis yang bekerja di ruang pengambilan darah. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 23.00 WIB.

Ainindra, 21 tahun, tampak sibuk memasangkan jarum transfusi darah kepada para donor. Paramedis PMI ini mencoba mengajak bicara donor di hadapannya untuk membuat suasana lebih santai. Sudah 30 donor yang berhasil dia ambil darahnya malam itu, walau baru tiga jam bekerja.

"Kalau dibilang letih ya lumayan, tapi kan sudah tuntutannya," ujar paramedis yang tinggal di Depok ini. Puluhan donor memang tampak masih antre hingga tengah malam saat itu, bahkan menjelang subuh antrean sepertinya tidak kunjung mereda.

Peningkatan jumlah donor ini sebenarnya mulai terjadi pada Juli lalu atau saat pandemi sedang ganas-ganasnya. "1.100 antrean itu, itu yang terbanyak," ungkap paramedis PMI Arinuansa Saputra saat ditemui di lokasi. Jumlah sebanyak itu ditangani hanya oleh sekitar 9 paramedis dan dokter.

Selama PPKM-pembatasan kegiatan di masyarakat-diterapkan, para donor seperti tidak berhenti memberikan darah bagi siapa saja yang membutuhkan. Pasalnya, kebijakan PPKM membuat mobilitas mengumpulkan darah terhambat.

Padahal, PMI sangat bergantung pada donor yang dilakukan secara kolektif oleh lembaga, kantor, atau kelompok masyarakat tertentu. Kondisi ini nyaris membuat persediaan darah di PMI berkurang drastis, padahal kebutuhan akan darah bagi pasien tidak pernah berkurang.

"Karena kami sangat mengandalkan donor darah di instansi, baik instansi pemerintah, swasta maupun juga perguruan tinggi," ungkap Dokter Ni Ken Ritchie, Kepala Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta. Persediaan darah di PMI pun pernah merosot hingga 60-90% akibat pandemi.

Pembatasan kegiatan di masyarakat membuat aktivitas donor jadi terpusat di Kantor PMI Jakarta Pusat, Jalan Kramat Raya. Untuk menyiasati situasi penumpukan, mulai 5 Agustus, PMI pun mengerahkan kantor unit lainnya di wilayah Jakarta agar mampu melayani donor.

Bahkan semula layanan donor darah hanya sampai jam 8 malam kini ditambah jadi 24 jam nonstop. "Luar biasa ini stamina teman-teman (paramedis)," kata Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said usai berkeliling mengecek kesiapan unit donor darah pekan lalu.

Sudirman Said bercerita bahwa situasi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah situasi perang semesta. Situasi yang memerlukan semangat gotong royong, kerja sama, dan sukarela dari semua pihak agar Indonesia segera merdeka dari pandemi.

Menurutnya, situasi saat ini mirip dengan situasi perang kemerdekaan di mana diperlukan kebersamaan dan kesukarelaan untuk merdeka. "Ini hajatan kita bersama atau perang semesta, perang melawan COVID ini perang semesta, dan karena itu memang harus melibatkan semua," pungkasnya.

(isf/gah)