Setetes Darah Demi NKRI

Isfari Hikmat - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 06:18 WIB
Jakarta -

Para pendonor darah masih memadati halaman kantor unit donor darah PMI di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat meski waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Hujan lebat yang mengguyur pada Jumat (6/8/2021) malam itu tidak menyurutkan antrean para pendonor.

Hernanto, 43 tahun, warga Pademangan, Jakarta Utara ini rela menunggu lama untuk mendonorkan darahnya malam itu. Dia merasa tergerak memberikan darahnya walau pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Level 4 di ibu kota Jakarta.

"Karena tergugah dulu pernah anak operasi membutuhkan darah, jadi saya tergugah saya mau mendonorkan darah untuk siapa yang membutuhkan," kata Hernanto saat ditemui di kantor PMI. Semangatnya untuk mendonorkan darah lebih besar walau situasi pandemi mengharuskan warga membatasi mobilitas.

Hernanto memiliki tekad besar untuk memberi padahal dia baru awal bulan Agustus ini terkena pemutusan hubungan kerja. Hernanto juga masih ingat betul bagaimana sulitnya mencari darah ketika anaknya yang terkena tumor otak membutuhkan darah sehabis operasi.

"Makanya saya terpanggil lah buat yang lain yang membutuhkan," ujar pria berdarah Solo ini yang bekerja di bidang kargo. Malam itu, Hernanto tidak sendirian, papan informasi antrean menunjukkan angka 600-an lebih pendonor.

Sementara itu, di ruang lantai 5, tempat khusus pendonor plasma konvalesen, Kelmi Agustin, 37 tahun, sedang diambil plasmanya. Dia terbaring memberikan plasmanya setelah berhasil sembuh dari terinfeksi COVID-19. Dia dinyatakan positif pada 5 Juli lalu namun berhasil bertahan dan menjadi penyintas.

"Niatnya untuk menolong saja sih, awalnya ada yang butuh teman kantor," ujarnya.

Menurutnya ada beberapa proses yang dilalui untuk dapat jadi pendonor plasma. Dia sejak pukul 19.00 WIB menjalani proses administrasi hingga menunggu hasil uji lab. Selepas jam kantor usai, pukul 17.00 WIB, Kelmi tidak langsung menuju rumahnya di Depok. Dia memilih ke kantor PMI untuk memberikan plasmanya.

Begitu juga dengan Suyanto, 46 tahun. yang merasa bersyukur telah diberi kesembuhan dari COVID-19. "Sengsara banget walau saya dapat gejala sedang," ujar warga Manggarai itu. Dia pun berinisiatif selepas kerja hari itu untuk memberikan plasmanya.

Suyanto tahu betul bagaimana rasanya menderita COVID-19 itu, terlebih yang terkena bukan hanya dirinya saja melainkan keluarganya juga. Begitu sembuh dia pun tergerak untuk meringakan beban mereka yang terkena COVID-19 dengan mendonor plasma. "Saya ingin berbuat kebaikan untuk teman-teman yang lain juga," pungkasnya.

Kepala Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, Dokter Ni Ken Ritchie menjelaskan kebutuhan akan kantong darah tetap tinggi walau sedang pandemi COVID-19. Berbagai macam kebutuhan darah mulai dari korban kecelakaan, pasien di rumah sakit, ibu-ibu melahirkan, hingga yang rutin cuci darah.

(isf/gah)