Anies Kukuhkan Greysia-Apriyani Jadi Nama Gelanggang: Mereka Ditempa di DKI

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 12:34 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi pebulutangkis ganda putri peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Nama keduanya disematkan Anies di salah satu gedung Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jakarta menjadi Sasana Emas Greysia-Apriyani.

"Bahwa kita ingin mematrikan dua nama ini, seperti nama gelanggang ini namanya Budi Hartono, salah satu legendaris. Nanti kita ke sana (gelanggang), kita akan berikan nama Sasana Emas Greysia Polii-Apriyani Rahayu," kata Anies di PPOP Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/8/2021).

Anies menjelaskan kedua atlet berprestasi itu berlatih dan ditempa di Jakarta. Hal itu yang menjadi alasan nama keduanya disematkan di salah satu gelanggang PPOP Jakarta.

"Kenapa kita berikan sasana emas ini kepada mereka. Di Jakarta mereka tumbuh berkembang, berlatih. Di kota ini mereka ditempa," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengukuhkan salah satu gedung Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jakarta menjadi Sasana Emas Greysia-Apriyani.Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengukuhkan salah satu gedung Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jakarta menjadi Sasana Emas Greysia-Apriyani. (Kadek/detikcom)

Anies ingin Sasana Emas Greysia-Apriyani dapat menjadi inspirasi bagi para atlet lainnya. Dia juga ingin para atlet melihat perjuangan dan latihan yang dijalani keduanya selama ini membuahkan hasil.

"Pertanyaannya, adakah puncak yang dicapai tanpa mendaki? Tidak ada, semua puncak harus dicapai dengan jalan mendaki. Kalau kita sedang jalan dan jalannya rata, sadarilah kita tidak ke mana-mana, tidak menuju puncak, tapi kalau perjalanannya mendaki, berarti menuju puncak," tuturnya.

"Tempaan yang keras, tempaan yang membuat kita merasa tantangan berat itulah bekal untuk menuju puncak. Biar sasana itu menjadi inspirasi bahwa Greys dan Apri digembleng ditempa sehingga bisa menghasilkan emas untuk bangsa kita," sambungnya.

Bagaimana tanggapan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu? Simak halaman selanjutnya.

Sementara itu, Greysia Polii tak menyangka namanya dan Apriyani disematkan di salah satu tempat bersejarah baginya. Dia mengatakan masa kecilnya banyak dihabiskan di tempat yang saat ini bernama Sasana Emas Greysia-Apriyani.

"Saya nggak pernah nyangka, terima kasih, Pak (Anies). Bonus dan apresiasi mungkin hal yang bisa dilihat, bisa dicapai oleh setiap atlet yang berprestasi, tetapi untuk bisa namanya ditorehkan di satu gedung bulutangkis yang di mana masa kecil saya semua ada di sini," katanya.

"Ini dulu lapangan lari kami. Waktu itu mama saya antar saya panas-panas karena mau latihan sore lagi. Ada sesi pagi, sesi sore, kita neduh di sini, buka bawa bekel makan di sini. Inilah tempat yang memorinya luar biasa yang saya tidak bisa jelaskan lebih lanjut di sini. Tapi puji Tuhan," imbuhnya.

Greysia dan Apriyani juga mendapatkan hadiah masing-masing satu buah rumah senilai Rp 3,3 miliar. Selain itu, keduanya mendapatkan uang tunai masing-masing Rp 800 juta.

(idh/idh)