Kapolri Minta Forkopimda Sumbar Perkuat Mitigasi COVID-19 di Sektor Ekonomi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 20:19 WIB
Panglima TNI-Kapolri memimpin rapat pengendlian COVID-19 bersama Forkopimda Sumbar
Panglima TNI-Kapolri memimpin rapat pengendlian COVID-19 bersama Forkopimda Sumbar. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat penanganan dan pengendalian COVID-19 bersama Forkopimda Sumatera Barat (Sumbar). Sigit meminta Forkopimda Sumbar memperkuat strategi mitigasi COVID-19 di sektor ekonomi.

"Strategi mitigasi pada sektor-sektor yang dilakukan pelonggaran harus dilakukan, sehingga ekonomi rakyat dapat berjalan, namun laju penyebaran COVID-19 tidak kembali meningkat," kata Sigit saat memberikan pengarahan ke Forkopimda Sumbar, Jumat (13/8/2021).

Jenderal Sigit menekankan, di tengah pandemi COVID-19 ini, perekonomian Indonesia mulai tumbuh 7,07 persen. Sementara itu, Sumbar meningkat sekira 5,76 persen.

Sigit menyebut kenaikan itu menjadi momentum pertumbuhan ekonomi yang mencerminkan optimisme Indonesia bisa bangkit di tengah pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Sigit meminta seluruh elemen masyarakat sama-sama menjaga sektor kesehatan agar perekonomian masyarakat bisa terus bangkit.

"Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus kita jaga dengan kesehatan sebagai modal dasar. Jika kasus COVID-19 bisa ditekan, pertumbuhan ekonomi dapat kembali berjalan normal," ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Strategi mitigasi atau pengendalian COVID-19 yang harus diperkuat antara lain protokol kesehatan yang ketat, seperti 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), penguatan 3T (testing, tracing, dan treatment). Dan terakhir adalah melakukan percepatan vaksinasi.

"Prokes ketat 3M, strategi mitigasi pada sentra ekonomi kerakyatan dan penerapan prokes kawasan, edukasi dan operasi yustisi untuk memastikan kepatuhan terhadap prokes, dan penyekatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat," ucap Sigit.

Sigit menambahkan penguatan 3T dapat bergerak cepat menangani warga yang terpapar virus Corona. Selain itu, dia mengimbau Forkopimda meningkatkan bed occupancy rate (BOR) dan lokasi isolasi terpusat (isoter).

"Peningkatan BOR dan lokasi isoter juga harus dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus agar terkendali," kata Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menekankan Forkopimda mensosialisasikan panduan isolasi mandiri (isoman) kepada masyarakat, agar dapat mengurangi kematian sebelum mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.

Sigit juga tetap mengimbau kepada masyarakat yang terpapar virus Corona untuk menjalani perawatan di isoter. Sebab, kata Sigit, hal itu lebih baik karena berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan (nakes).

"Namun tetap diutamakan isolasi di isoter karena dalam pengawasan nakes. Lakukan koordinasi dan perencanaan terhadap kebutuhan oksigen untuk menjaga ketersediaan distribusi oksigen di RS rujukan COVID-19 pada seluruh wilayah," tutur Sigit.

Sementara itu, terkait dengan program vaksinasi, Sigit meminta seluruh elemen di Sumbar bersinergi dan berkolaborasi untuk mengejar target Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan vaksinasi 2 juta per hari.

"Untuk mengejar target vaksinasi 2 juta dari Bapak Presiden agar forkopimda berkoordinasi terkait pelaksanaan vaksinasi di lapangan yang dilakukan secara bersama-sama TNI-Polri, dinkes, puskesmas, dan relawan," ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit meminta Forkopimda segera menghabiskan stok vaksin serta melakukan perekrutan elemen masyarakat untuk meningkatkan jumlah vaksinator.

(eva/jbr)