detikcom Do Your Magic

Banyak Ojol Mangkal di Halte-halte Depan Plaza Senayan, Ini Kata Grab

Athika Rahma - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 14:40 WIB
Ojol mangkal di Halte Atletik, Senayan, Jakarta, 12 Agustus 2021, pagi. (Athika Rahma/detikcom)
Ojol mangkal di Halte Atletik, Senayan, Jakarta, 12 Agustus 2021, pagi. (Athika Rahma/detikcom)
Jakarta -

Halte-halte di depan Plaza Senayan Jakarta menjadi tempat mangkal para pengemudi ojek daring (driver ojek online atau ojol). Salah satu perusahaan yang menaungi driver ojol, Grab, menanggapi permasalahan ini.

Parkir liar tersebut memang kerap terjadi, terutama di depan halte Atletik dan halte di depan pusat perbelanjaan Metro dekat STC Senayan. Grab ternyata sudah menyediakan tempat tunggu (shelter) untuk mitra-mitranya, demikian mereka menyebut para driver ojol di bawah naungannya.

"Kami menyediakan shelter dan pick up point di titik-titik strategis agar mitra pengemudi dan penumpang dapat bertemu di lokasi yang aman dan nyaman," ujar juru bicara Grab Indonesia dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Jumat (13/8/2021).

Lebih lanjut, Grab juga berupaya menggunakan teknologi untuk menjawab tantangan kemacetan dan lahan parkir saat ini.

Kondisi halte depan Metro dekat STC Senayan, dipenuhi ojol mangkal sembarangan. 12 Agustus 2021. (Athika Rahma/detikcom)Kondisi halte depan Metro dekat STC Senayan, dipenuhi ojol mangkal sembarangan, 12 Agustus 2021. (Athika Rahma/detikcom)

Teknologi ini diadaptasi ke dalam sebuah sistem mapping untuk dapat memberikan kesempatan mendapatkan penghasilan yang lebih efisien bagi pengemudi. Pelanggan juga menjadi lebih mudah mengakses layanan.

"Seperti modifikasi titik temu demi ketertiban serta memudahkan dan menertibkan proses penjemputan," katanya.

Lalu, pihaknya juga memberikan edukasi mengenai cara berkendara yang aman dan sesuai dengan peraturan kepada para pengemudi melalui online training GrabAcademy.

"Platform online ini dapat diakses kapan saja dan di mana baja oleh Mitra Pengemudi sehingga proses edukasi dapat berjalan secara berkesinambungan," ujar juru bicara Grab Indonesia.

Grab juga menggunakan teknologi geofencing yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada pengemudi Grab yang berkerumun di sebuah area di bawah jarak 1 meter dan lebih dari 3 orang. Selain itu, teknologi ini digunakan untuk menghindari pengemudi menjemput dan menurunkan penumpang di zona merah selama pandemi.

"Kami terus menerima masukan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan fitur, fasilitas serta layanan Grab. Kami pun melakukan diskusi berkelanjutan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk semakin menyempurnakan kualitas pelayanan dan kepatuhan terhadap tata tertib lalu lintas," tutupnya.

Simak juga 'Vaksinasi Massal Ojol hingga Sopir Angkot di Kuningan':

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)