Pemko Medan Godok Rencana Warga Isolasi COVID-19 di Kapal Pelni

Antara - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 15:47 WIB
KM Bukit Raya (Antara/HO-Pelni)
KM Bukit Raya (Antara/HO-Pelni)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Sumatera Utara, mematangkan rencana penggunaan kapal laut milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menjadi tempat isolasi pasien COVID-19.

"Akan kita tambah lokasi isolasi terpusat dengan menggunakan kapal laut milik PT Pelni," ujar Plt Asisten Pemerintahan Setda Kota Medan M Sofyan seperti dilansir Antara, Kamis (12/8/2021).

Hal itu disampaikannya usai rapat koordinasi penambahan lokasi isolasi melibatkan Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan Capt Jhonny Runggu Silahi dan perwakilan Pelni di Kantor Wali Kota Medan di Medan, Rabu (11/8) kemarin.

Ia mengatakan kapal yang akan difungsikan menjadi tempat isolasi itu dibangun pada 1994 dengan desain kapal penumpang 99,80 meter dan jumlah tempat tidur 970 unit.

"Kapal laut tersebut bernama KM (Kapal Motor) Bukit Raya. Saat ini posisinya masih bersandar di Tanjung Priok, Jakarta," ucapnya.

KM Bukit Raya ini akan bergerak ke Pelabuhan Belawan. Setelah perjanjian kerja sama yang mengatur secara rinci tentang operasional isolasi terpusat.

"Tadi kita bahas juga perjanjian kerja sama Pemkot Medan dan beberapa pihak, termasuk Kementerian Perhubungan dan PT Pelni untuk merealisasi isolasi terpusat ini," terang Sofyan.

Rencana Serupa di Lampung-Jayapura

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meninjau langsung pusat isolasi apung di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kapal Apung COVID-19 ini dijadikan percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

"Kami sudah diperintahkan tim Perhubungan Laut dan Pelni mulai di Minahasa, Bitung, Sorong, dan Belawan menyusul Jayapura dan Lampung," kata Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, Selasa (10/8).

Ia menyebut sengaja datang ke Makassar untuk melihat sendiri fakta mengenai KM Umsini yang jadi kapal isolasi apung. Bersama Wali Kota Makassar Danny Pomanto dia melihat kondisi kapal, kondisi pasien, hingga lingkungan pasien dirawat.

"Saya dan wali kota berbincang-bincang dengan pasien di sana, selama dirawat selama 5-6 hari mereka senang tidak stres dan enjoy. Rasanya Pemkot menyediakan isolasi apung bermanfaat bagi masyarakat," imbuhnya.

(jbr/nvl)