ADVERTISEMENT

Round-Up

6 Fakta Vaksin 'Kosong' Bikin Perawat Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 06:01 WIB
Jakarta -

Kasus suntik 'vaksin kosong' kepada warga di Pluit, Jakarta Utara, membuat geger publik. Polisi menemukan adanya unsur kelalaian tenaga vaksinator terkait kejadian tersebut.

Hasil penyidikan Polres Metro Jakarta Utara menetapkan seorang perawat inisial EO sebagai tersangka di kasus suntik 'vaksin kosong'. EO dijerat dengan UU Nomor.4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

Kasus ini bermula ketika seorang laki-laki berinisial BLP disuntik vaksin di Pluit, Jakarta Utara pada Jumat (6/8). Proses vaksinasi ini direkam video oleh ibunda BLP.

Setelah melihat adanya kejanggalan dalam proses vaksinasi tersebut, mereka memprotesnya ke penyelenggara. EO saat itu mengakui bahwa jarum suntik yang disuntikkan kepada BLP tidak berisi dosis vaksin, sehingga akhirnya BLP disuntik ulang.

"Tgl. 6/8/21. Jam 12.30 suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong. Setelah Protes dan cuma kata maaf, akhirnya di suntik kembali. Agar dpt diperhatikan. Sebarkan agar suster tersebut diproses," demikian cuitan akun Twitter @Irwan2yah.

Polres Metro Jakarta Utara turun ke lapangan menyelidiki kasus viral itu. Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian menetapkan EO sebagai tersangka.

Berikut fakta-fakta terkait kasus suntik 'vaksin kosong' yang dirangkum detikcom:

1. Perawat Jadi Tersangka

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap EO setelah kejadian viral itu. Hasil penyidikan kemudian ditetapkan EO sebagai tersangka.

"Setelah kita didalami, kita lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, kami persangkakan di Pasal 14 UU No. 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021).



EO adalah seorang perawat di sebuah klinik di Jakarta Utara. Dia menjadi relawan sebagai vaksinator dalam percepatan vaksinasi COVID-19.

2. Perawat Diduga Lalai

Polisi mengungkapkan adanya dugaan kelalaian dalam kasus suntik 'vaksin kosong' ini. Perawat EO tidak memeriksa jarum suntik terlebih dahulu.

"Dia merasa lalai, dia tidak periksa lagi karena mungkin sudah diperiksa tapi kami masih dalami terus yang lain seperti apa," ucap Yusri.

3. Perawat EO Meminta Maaf

Dalam kesempatan jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, EO dihadirkan polisi. EO kemudian menyampaikan permintaan maaf.

"Saya mohon maaf terlebih terutama kepada keluarga dan orang tua anak yang telah saya vaksin. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ungkap EO.

Halaman selanjutnya, EO mengaku tidak ada niat apapun dalam menyuntik 'vaksin kosong'

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT