detik's Advocate

Dear detik's Advocate, Apa Sanksi Pidana untuk Pemalsu Ijazah?

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 09:17 WIB
Polda Jawa Barat melakukan penggerebekan di Tambora Jakarta Barat. Rumah tersebut ditemukan setelah melakukan pengungkapan kasus pemalsuan ijazah di Bandung.
Foto: Ilustrasi ijazah palsu (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Setiap orang menginginkan sekolah setinggi-tingginya, bahkan kalau perlu kuliah di luar negeri. Namun ada yang mendapatkan hal tersebut dengan jalan pintas. Memalsu ijazah biar dianggap pernah kuliah. Lalu apa hukumannya ke pelaku?

Hal itu ditanyakan pembaca detik's Advocate dalam email-nya, yaitu sebagai berikut:

Apa hukuman pemalsuan nilai rapor dan ijazah. Dan juga pemalsuan laporan keuangan.

Tata

Untuk menjawab permasalahan di atas, kami menghubungi dosen FH Universitas Esa Unggul, Ahluddin Saiful Ahmad, S.H.,M.H. Berikut pendapat hukumnya:

Assalamu'alaikum wr.wb,
Untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Tata, saya mengelompokkan jawaban menjadi dua bagian. Pertama saya akan menjawab mengenai pemalsuan rapor dan pemalsuan laporan keuangan. Pemalsuan ijazah tidak dikelompokkan dengan pemalsuan ijazah karena walaupun keduanya terlihat berhubungan tetapi keduanya mempunyai dasar hukum yang berbeda karena aturan pidana mengenai pemalsuan Ijazah telah ada dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Berikut ini adalah jawaban saya:
A. Rapor dan laporan keuangan masuk ke dalam surat yang dapat digunakan sebagai bukti suatu perbuatan peristiwa. Perbuatan pemalsuan surat termasuk dalam tindak pidana yang ketentuannya diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana ("KUHP") yang berbunyi:

(1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

(2) Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.

Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 263 KUHP di atas maka pemalsuan nilai rapor dan pemalsuan laporan keuangan diancam dengan sanksi pidana paling lama enam tahun.

B.Ijazah secara konsep juga masuk ke dalam konsep surat, akan tetapi aturan mengenai Ijazah telah diatur tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta dengan ancaman pidananya. Untuk itu ancaman pidana dalam pemalsuan atau penggunaan ijazah palsu menggunakan ancaman pidana dalam UU Nomor 20 Tahun 2003, tidak menggunakan ancaman pidana dalam KUHP.

Baca pendapat hukum terkait pemidanaan ijazah palsu selengkapnya di halaman berikutnya.