Disdik DKI Cerita Masalah Ketersediaan Gawai untuk PJJ Saat Pandemi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 22:59 WIB
Sejumlah anak belajar secara daring di rumahnya kawasan Sunter Agung, Jakut. Sistem daring ini telah berjalan 1,5 tahun karena pandemi COVID-19 belum usai.
Ilustrasi Pembelajaran Jarak Jauh (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengungkap sebanyak 171 ribu siswa tidak memiliki gadget atau gawai untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Kesulitan ini terjadi di masa awal pandemi COVID-19 pada 2020.

Plt Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Slamet, mengatakan penyediaan gawai saat itu sangat bergantung pada kemampuan orang tua. Khususnya dalam menyediakan peralatan menunjang pembelajaran daring anak-anaknya.

"Terkait gawai kita survei pada saat itu ya, bukan sekarang. Memang prosentase anak yang mempunyai gawai (maupun) yang mempunyai satu gawai dipakai bersama jumlahnya bervariasi. Sebagaimana hasil penelitian tadi, itu tergantung kemampuan orang tua dalam menyediakan alat-alat ini," kata Slamet dalam konferensi virtual, Kamis (5/8/2021).

Merujuk pada data Disdik DKI Jakarta, jumlah peserta didik dari jenjang pendidikan SD hingga SMA yang tidak memiliki gawai sebanyak 67.907 siswa. Sedangkan 104.091 siswa lainnya memakai gawai secara berkelompok.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Disdik DKI akhirnya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengadaan gadget. Selain gadget, Pemprov DKI mengaktifkan Wi-Fi di tempat-tempat umum untuk menunjang PJJ.

"Gawainya kita kolaborasi dengan berbagai pihak sampai smartphone terkumpul 1.732, tablet 748 laptop 416, dan 51 PC. Ini kita berikan ke siswa yang tidak punya gawai dan guru yang kesulitan tak punya gawai, khususnya guru honorer," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta masih menutup sekolah selama PPKM level 4. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan pembelajaran di masa PPKM level 4 masih dilakukan secara daring.

"Kami memahami ada sebagian orang tua yang ingin sekolah dilaksanakan tatap muka karena memang belajar secara online jauh lebih sulit. Namun perlu dipahami, dimengerti, bahwa sekarang kita masih berjuang melawan pandemi," ujar Riza, Rabu (4/8/2021).

Riza mengakui, dalam beberapa hari terakhir, kasus Corona di Jakarta cenderung menurun. Kendati demikian, dia menyatakan pandemi COVID-19 belum berakhir sehingga risiko penularan pun masih ada.

(aik/aik)