Baliho AHY Kena Sentil Abdillah Toha, Demokrat: Salah Alamat

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 16:38 WIB
Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra, di DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).
Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Politikus senior yang juga salah satu pendiri PAN, Abdillah Toha, mengkritik baliho para politisi yang terpasang di beberapa daerah. Abdillah Toha juga menyinggung baliho Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Selain AHY, Abdillah Toha menyebut nama Ketum PKB Muhaimin Iskansar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua DPR Puan Maharani. Abdillah menyindir para politisi itu yang sudah memasang baliho di masa pandemi yang tengah berlangsung.

"Halo Puan, Erlangga, Muhaimin, AHY, apa tidak risih dan malu memajang gambar diri besar-besar di sekujur Indonesia bersaing untuk pilpres yang masih 3 tahun lagi, ketika rakyat sedang bergulat atasi pandemi dan kehidupan sehari-hari? Kenapa tak gunakan uang baliho itu untuk bantu rakyat saja?" tulis Abdillah dalam akun Twitter-nya @AT_AbdillahToha.

Partai Demokrat menjawab sindiran itu. Kepala Bamkostra PD Herzaky Mahendra Putra menghormati pendapat itu, namun menurutnya salah alamat.

"Dengan segala hormat, kami sangat mengapresiasi setiap masukan dan kritikan yang masuk kepada kami. Tentunya setiap masukan dan kritik menjadi sumber inspirasi dan dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi kami dalam menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan harapan rakyat," kata Herzaky kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

"Hanya saja, untuk kali ini, kritik Bapak Abdillah Thoha salah alamat kalau ditujukan ke ketum kami, Mas AHY," lanjutnya.

Herzaky mengatakan baliho AHY tidak dengan sengaja pasang baliho untuk pilpres 2024. Tapi untuk melawan konflik kubu Moeldoko yang terjadi di PD saat itu.

"Pertama, Ketum AHY tidak ada pasang-pasang baliho sejak lama. Kedua, baliho yang masih ada saat ini bukan karena pilpres, tapi karena melawan begal politik KSP-nya Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu Moeldoko cs, yang mengaku-aku Ketum Partai Demokrat secara ilegal," ujarnya.

Dia mengatakan baliho itu dipasang oleh kader Demokrat di daerah untuk membuktikan soliditas PD yang dipimpin AHY. Menurutnya, hal itu bentuk upaya menjaga kedaulatan partai.

"Ketiga, isi baliho juga tegaskan Partai Demokrat konsisten sebagai partai nasionalis religius karena sempat difitnah KSP Moeldoko cs disusupi aliran radikal. Keempat, baliho itu dibuat oleh kader-kader yang meminta desain ke Pusat, sebagai bentuk perlawanan mereka ke Moeldoko cs. Kalau kami mempertahankan kedaulatan dan kehormatan kami dari pelaku begal politik Moeldoko cs, apakah tidak boleh?" katanya.

Herzaky lantas menyinggung kembali Moeldoko. Herzaky mengatakan Abdillah sebaiknya memberikan saran kepada Presiden Jokowi untuk menegur Moeldoko.

"Lebih baik Pak Abdillah Thoha memberikan saran kepada Bapak Presiden tercinta untuk menegur bawahannya yang mencoba merebut paksa Partai Demokrat di kala pandemi, di saat kader-kader kami di seluruh Indonesia sedang fokus membantu korban bencana dan korban pandemi. Jadi, konsentrasi kader kami membantu rakyat, mesti terganggu beberapa bulan akibat gangguan begal politik KSP Moeldoko cs. Mungkin kritik itu lebih substansial dan bermanfaat. Bukan jadi kritik unfaedah," ujarnya.

Lihat juga Video: Simulasi Paslon Pilpres via Survei, Prabowo-Puan Kalah dari Anies-AHY

[Gambas:Video 20detik]




(eva/gbr)