Pemda Diminta Antisipasi Lonjakan Zona Merah di Luar Jawa-Bali

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 14:46 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan museum memiliki kemampuan untuk membangkitkan kembali idealisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Jumlah zona merah di Provinsi luar Pulau Jawa-Bali bertambah. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan peningkatan ini harus diwaspadai. Ia pun mendorong kesiapan para pemangku kepentingan serta fasilitas kesehatan yang ada di daerah.

"Kondisi sebaran zona merah COVID-19 di luar Jawa dan Bali harus segera disikapi dengan langkah nyata dari para pemangku kepentingan di pusat dan daerah," katanya dalam keterangannya, Kamis (5/8/2021).

Diketahui berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 per Minggu (1/8) zona merah di Indonesia tercatat ada di 33 provinsi dengan 240 kabupaten/kota. Jumlah ini naik dibandingkan minggu sebelumnya (25/7) yang hanya terdapat di 32 provinsi dan 195 kabupaten/kota.

Meski dalam catatan tersebut jumlah zona merah tertinggi tercatat berturut-turut di Jawa Timur (32 kabupaten/kota) dan Jawa Tengah (27 kabupaten/kota), namun data menunjukkan sebaran zona merah di luar Jawa dan Bali jauh lebih banyak.


Menurut Lestari, kondisi tersebut harus direspons dengan segera untuk memastikan kesiapan setiap pemerintah daerah (Pemda).

Kendati demikian, wanita yang akrab disapa Rerie mengapresiasi rencana pemerintah untuk mereplikasi penanganan lonjakan kasus positif COVID-19 di Jawa-Bali demi menekan pertambahan zona merah di luar Jawa-Bali.

Namun, ia menyebut perlu diperhatikan perbedaan kondisi sarana dan prasarana kesehatan serta infrastruktur di luar Jawa dan Bali. Oleh karena itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini meminta agar setiap daerah benar-benar rinci dan matang dalam menjalankan strategi yang serupa dengan provinsi-provinsi di Jawa-Bali. Hal ini untuk menghindari strategi yang direncanakan tidak bisa diterapkan karena terkendala teknis.

"Jangan sampai ketidaksiapan daerah di luar Jawa-Bali dalam mengantisipasi lonjakan kasus positif COVID-19 menambah daftar jumlah kematian akibat virus Corona yang per Rabu (4/8) menembus 100 ribu orang," tandasnya.

Rerie berharap para pemangku kepentingan di pusat dan daerah mampu bekerja sama, sehingga berbagai upaya pengendalian COVID-19 di Tanah Air bisa dilaksanakan sesuai rencana.

"Dukungan masyarakat dalam bentuk menjalankan protokol kesehatan di keseharian dan kesediaan divaksin akan sangat membantu langkah-langkah pengendalian penyebaran virus Corona," pungkasnya.

Rerie mengatakan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan serta bersedia divaksin menjadi upaya anak bangsa ikut berjuang membebaskan Ibu Pertiwi dari pandemi.

(mul/mpr)