Sidang Suap Nurdin Abdullah

Selain Kontraktor, Bank Daerah Juga Dimintai Nurdin Rp 400 Juta untuk Masjid

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 14:42 WIB
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah saat menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah saat menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Terdakwa kasus suap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah ternyata tidak hanya meminta sumbangan bantuan masjid kepada sejumlah kontraktor. Nurdin juga disebut pernah meminta bantuan pembangunan masjid sebesar Rp 400 juta kepada Bank Sulselbar yang dikucurkan melalui corporate social responsibility (CSR).

Permintaan sumbangan masjid ke Bank Sulselbar itu diungkap Direktur Utama BPBD Bank Sulselbar Amri Mauraga saat menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Kamis (5/8/2021). Awalnya, jaksa KPK Siswandono mencecar soal awal perkenalan Amri dengan Nurdin Abdullah.

"Sejak kapan kenal Nurdin Abdullah?" tanya Siswandono di persidangan.

Amri Mauraga kemudian menjelaskan Nurdin Abdullah merupakan pemegang saham pengendali Bank Sulselbar karena memiliki saham 25 persen. Amri kemudian mengaku pertama kali bertemu dengan Nurdin pada Oktober 2020.

"Kenal beliau sejak Oktober 2020, (saat itu) beliau mengajak berdiskusi terkait dengan Bank Sulselbar (ke depannya)," jawab Amri di persidangan.

Pada saat itu, Amri mengaku belum menjadi Direktur Bank Sulselbar. Setelah pertemuan itu, Amri belakangan terangkat jadi Direktur Utama Bank Sulselbar.

"Kalau tidak salah November 2020 (jadi Plt), kemudian ikut seleksi, bulan Desember (jadi) definitif," ucap Amri Mauraga.

Setelah itu, jaksa KPK kemudian menyoal adanya bantuan masjid Rp 400 juta kepada Amri Mauraga, yang mana bantuan masjid itu dikucurkan lewat CSR Bank Sulselbar.

"Coba jelaskan CSR Bank Sulselbar?" ucap Jaksa Siswandono.

Terhadap pertanyaan itu, Amri kemudian mengatakan bahwa dana dalam CSR Bank Sulselbar dikeluarkan dari laba perusahaan yang diperuntukkan buat bantuan sosial.

Selanjutnya, Amri mengaku dipanggil oleh Nurdin Abdullah ke rumah jabatan (rujab) Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, pada Desember 2020. Saat itu, Amri mengaku diminta Nurdin memberi bantuan masjid melalui CSR Bank Sulselbar.

"(Ditanya Nurdin) hanya satu, Pak, apakah memungkinkan CSR untuk bantuan masjid. Saya jawab memungkinkan sepanjang dengan ketentuannya," kata Amri.

Atas penjelasan itu, jaksa Siswandono lantas mencecar apakah Amri meminta proposal dan rancangan anggaran biaya (RAB) masjid kepada Nurdin Abdullah.

"Apakah ada Saudara minta proposal ke NA (Nurdin Abdullah)?" tanya Siswandono.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.