Kapolda Sumsel Minta Maaf, Legislator PD Minta Pemeriksaan Tetap Lanjut

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 14:17 WIB
Politikus Demokrat Didik Mukrianto.
Didik Mukrianto (Foot: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri meminta maaf kepada jajarannya terkait dana hibah Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto menilai pemeriksaan terhadap Kapolda dan pihak terkait perlu dilanjutkan.

"Baru-baru ini saya mendengar kabar Kapolda meminta maaf. Secara etis saya menghargai. Namun, sebagai bagian akuntabilitas pejabat publik, idealnya Mabes Polri melakukan pendalaman dan kalau perlu penyelidikan secara utuh agar standing kebenaran bisa terungkap dan dijelaskan ke publik," kata Didik kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

"Jika isu ini tidak loud and clear di publik, bisa berpotensi menambah beban ketidakpercayaan publik kepada institusi Polri," lanjutnya.

Politikus Partai Demokrat ini menyayangkan pihak terkait, termasuk Kapolda dan Gubernur Sumsel, tidak melakukan pendalaman sebelum menggelar seremoni penerimaan sumbangan itu. Dia menilai itu terlalu emosional dan terburu-buru.

"Seolah-olah penyikapannya terlalu terburu-buru, terlalu emosional dan tidak prudent, padahal secara logika sumbangan Rp 2 T tersebut adalah jumlah yang sangat besar. Tidak mengherankan jika masyarakat meragukan governance dan akuntabilitas penyikapan penerimaan komitmen bantuan tersebut," ujarnya.

Didik meminta kasus dana hibah ini dijadikan pelajaran bagi semua pejabat. Dia juga meminta polisi tetap mengusut tuntas kasus tersebut.

"Atas kejadian itu, para pejabat harus mengambil pembelajaran besar untuk lebih hati-hati dalam menyikapi hal-hal serupa. Jangan sampai masyarakat menilai karena kekuranghati-hatiannya, kekurangtepatan dalam menganalisa serta kurang akurasinya dalam mendalami sebuah informasi akhirnya mudah diperdaya," ujarnya.

"Terkait dengan kejadian ini, polisi harus segera mengusut tuntas jika ditemukan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh keluarga Akidi Tio yang menjanjikan bantuan tersebut. Yang tidak kalah penting penegakan dan tindakan kepolisian harus transparan, terukur, profesional, dan akuntabel, karena bagaimanapun juga, muncul dugaan adanya upaya untuk melibatkan kepolisian meskipun secara tidak langsung terhadap sebuah kepentingan tertentu oleh pemberi komitmen," lanjut Didik.

Kapolda Sumsel telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, simak selengkapnya di halaman berikut