WHO: Corona di Jakarta Melandai, 5 Provinsi Luar Jawa-Bali Melonjak

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 10:57 WIB
Sejumlah rumah sakit di Jakarta mulai fungsikan tenda darurat sebagai tempat penanganan pasien Corona. Salah satunya RSUD Kramat Jati di Jakarta Timur.
Salah satu IGD darurat di Jakarta Timur saat kasus Corona menggila (Andhika Prasetia/Detikcom)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap kasus Corona di DKI Jakarta sudah mulai melandai. Namun kasus Corona di provinsi luar Pulau Jawa-Bali justru terus meningkat.

Laporan WHO tersebut tertuang dalam Situation Report-66 yang dirilis oleh WHO pada Kamis (5/8/2021). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 4 Agustus 2021.

WHO menyoroti DKI Jakarta yang mengalami penurunan jumlah kasus Corona mingguan. Selain itu, angka kematian menurun selama sepekan terakhir.

"DKI Jakarta melaporkan selama 12 Juli hingga 1 Agustus terjadi penurunan 42 persen dalam tingkat kasus COVID-19 per 100 ribu penduduk (753,9 hingga 439,7); penurunan 60,9 persen dalam proporsi positivity rate (dari 41% hingga 16%); dan penurunan jumlah rawat inap dari 16.106 menjadi 6.485. Penurunan 37% dalam angka kematian dilaporkan dalam sepekan terakhir dibandingkan dengan minggu sebelumnya (dari 1272 hingga 805)," tulis WHO dalam laporannya.

WHO menilai penurunan kasus di DKI Jakarta ini tak lepas dari kontribusi implementasi pembatasan ketat dan vaksinasi yang dipercepat. Vaksinasi dinilai bisa berkontribusi mengurangi angka kematian.

Namun situasi berbeda tampak di tingkat nasional. Ada 24 provinsi yang terus mengalami kenaikan jumlah kasus Corona mingguan.

"Di tingkat nasional, 24 (delapan baru dari minggu sebelumnya) dari 34 provinsi terus mengalami peningkatan kasus terkonfirmasi, dengan lima provinsi mengalami peningkatan di atas 50 persen," lanjut WHO.

WHO mencatat lima provinsi di luar Jawa-Bali yang mengalami peningkatan kasus hingga 50 persen atau lebih. Lima provinsi tersebut adalah Gorontalo, Aceh, Sulawesi Tengah, Riau, dan Bengkulu. WHO pun menyarankan agar pembatasan ketat terus diberlakukan.

"Lima provinsi mengalami peningkatan 50 persen atau lebih: Gorontalo (118%), Aceh (97%), Sulawesi Tengah (88%), Riau (74%), dan Bengkulu (57%). Oleh karena itu, langkah-langkah pembatasan sosial ketat dan penanganan kesehatan masyarakat (PHSM) harus terus diterapkan di seluruh negeri," ungkap WHO.

Simak Video: Testing Covid-19 Alami Penurunan Sepekan Terakhir

[Gambas:Video 20detik]




(rdp/imk)