Ungguli Israel, RI Masuk 16 Besar Kekuatan Militer Dunia di Ranking GFP

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 09:24 WIB
TNI AD menggelar pameran alutsista di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (26/8/2015). Pameran yang terbuka untuk umum itu berlangsung selama dua hari, Rabu (26/8/2015) hingga Kamis (27/8/2015). Grandyos Zafna/detikcom.
Saat TNI menggelar pameran alusista di UI (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Indonesia menempati posisi ranking 16 besar dalam kancah kekuatan militer dunia. Posisi Indonesia bahkan berada di atas Arab Saudi, Australia, dan Israel.

Ranking kekuatan militer dunia ini dirilis oleh Global Fire Power (GFP) dengan tajuk '2021 Military Strength Ranking'. Nilai fire power atau kekuatan militer yang ditampilkan ini menggunakan lebih dari 50 faktor individu untuk menentukan skor PowerIndex ('PwrIndx') suatu negara dengan kategori mulai kekuatan militer, kekuatan keuangan hingga kemampuan logistik dan geografi. Penilaian ini dilakukan di 140 negara.

Dilihat detikcom, Kamis (5/8/2021) Indonesia berada di peringkat 16 dengan PowerIndex sebesar 0,2684. Posisi pertama diduduki oleh Amerika Serikat dengan nilai 0,0718. Semakin kecil angka PowerIndex, maka semakin tinggi kekuatan militer suatu negara.

Posisi Indonesia ini kemudian disusul oleh Arab Saudi pada peringkat 17 dan Spanyol peringkat 18.

Lalu ada Australia yang berada pada peringkat 19 dan Israel yang berada pada peringkat 20.

Nilai PowerIndex itu menggambarkan Indonesia tercatat menempati peringkat ke-4 dunia dengan 267 juta jiwa. Sementara itu, total personel militer dicatat sebanyak 400 ribu personel.

Kekuatan cadangan senjata nuklir tidak dipertimbangkan, namun dugaan terhadap kepemilikan nuklir akan dihitung sebagai bonus. Status suatu negara sebagai Dunia Pertama, Dunia Kedua, dan Dunia Ketiga menjadi faktor pertimbangan. Faktor geografis, fleksibilitas logistik, sumber daya alam, dan industri lokal berpengaruh terhadap ranking final.

Total sumber daya manusia menjadi pertimbangan kunci dalam pemeringkatan ini. Negara yang terkurung daratan (land-locked) tidak akan dihitung kekurangan angkatan laut. Kekuatan angkatan laut dihitung dari keragaman aset yang tersedia. Keanggotaan NATO dihitung sebagai bonus. Stabilitas dan kesehatan finansial suatu negara tak ikut dipertimbangkan. Kepemimpinan militer saat ini tidak ikut dipertimbangkan juga.

Sedangkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dihitung dan diperbandingkan ialah total unit alutsista. Seperti misalnya kekuatan udara Indonesia dihitung dari 458 unit helikopter. Penilaian terhadap alutsista tidak didasarkan pada jenis alutsista atau tahun produksi alutsista tersebut. Jadi, penilaian ini berdasarkan kuantitas, bukan kualitas.

Indonesia memang diketahui menjadi langganan 20 besar ranking kekuatan militer dunia versi GFP. Bahkan Indonesia bukan kali ini saja berada di atas Israel.

Dalam Global Firepower dalam '2019 Strength Ranking (BETA)', Indonesia pernah menempati peringkat 15, sementara Israel menempati peringkat 16.

Lihat juga Video: Mega Nilai TNI-Basarnas Masih Kurang Latihan Mitigasi Bencana

[Gambas:Video 20detik]




(rdp/fjp)