Soal Demo Jokowi, Ngabalin Minta HMI Tak Nyinyir Seperti Rocky Gerung

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 06:50 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pimpinan Penjabat (Pj) Ketua Umum Abdul Muis Amiruddin merencanakan aksi demo terhadap Presiden Jokowi karena menilai penanganan COVID yang gagal. Tenaga Ahli Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengajak HMI untuk berdialog daripada berdemo.

Ngabalin meminta HMI untuk menjelaskan rinci apa yang gagal dalam penanganan COVID oleh pemerintah. Ngabalin tak ingin HMI turun derajat seperti penyebar hoax.

"Kalau di lihat dari posisi himpunan mahasiswa Islam Indonesia itu kan organisasi kader yang isinya adalah teman-teman mahasiswa, kalo HMI juga punya penilaian pemerintah ini gagal, maka yang harus dilakukan itu adalah dia harus mengurai di mana kegagalan yang mereka maksud," kata Ngabalin, kepada wartawan, Rabu (4/8/2021) malam.

"Supaya pengurus besar HMI itu tidak sama derajatnya dengan para penyebar berita hoaks, atau seperti orang-orang yang karena sakit hati atau orang-orang yang benci, nyinyir, fitnah, dia harus uraikan itu," lanjutnya.

Ngabalin lantas mengajak HMI untuk berdialog terkait hal itu. Menurutnya, HMI sebagai kaum akademisi harus mencontohkan hal-hal baik.

"Mari kita dialog, teman-teman PB HMI harus menciptakan kualitas insan sebagai masyarakat akademi yang memiliki kualifikasi, memiliki ilmu dan kemampuan intelektual, dan background Islam yang kuat. HMI harus mencontohkan perilaku yang bertanggung jawab supaya mahasiswa yang baru masuk melihat kalau ini organisasi yang bisa bertanggung jawab," ujarnya.

Ngabalin lantas menyinggung Rocky Gerung dan Rizal Ramli yang kerap nyinyir dengan pemerintah tanpa bukti yang jelas. Menurut Ngabalin, HMI lebih berkualitas daripada keduanya.

"Saya keberatan kalau HMI punya pandangan yang sama dengan orang-orang yang suka nyinyir. Bagaimana mungkin HMI punya pandangan yang sama dengan Rocky Gerung dan Rizal Ramli yang menyudutkan pemerintah itu gagal. HMI punya independensi yang lebih jauh berkualitas daripada mereka yang suka nyinyir, mulut-mulut sampah itu," ucapnya.

Ngabalin mengatakan berdemo di saat pandemi ini merugikan karena berpotensi memunculkan klaster baru. Ngabalin mengatakan pihaknya siap beraudiensi dengan HMI.

"Sifat dasar HMI itu kan berdialog, kita boleh bercerita, kita boleh ngomong. Jangan PB HMI membuat klaster baru demonstrasi, berkerumun kemudian nanti menimbulkan klaster baru dalam penyebaran virus corona. Sudah terlalu banyak orang penting kita, senior kita di HMI pergi meninggal dunia karena COVID," ujarnya.

"Kapan dia mau berdialog, nanti kita berdialog, kapan dia menyampaikan saran, nanti kita adakan, kapan mereka mau, jangan turun ke jalan," lanjut Ngabalin.

Lihat juga video 'Mahfud: Demo 'Jokowi End Game' Tidak Ada, Provokatornya Kita Temui':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikut