3.500 Pelajar-Mahasiswa di Gowa Vaksinasi untuk Percepat Belajar Tatap Muka

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 00:06 WIB
Ribuan pelajar dan mahasiswa di Gowa ikut vaksinasi
Vaksinasi pelajar dan mahasiswa di Gowa (Dok. detikcom)
Gowa -

Sebanyak 3.500 orang dari kalangan pelajar hingga mahasiswa mengikuti vaksinasi di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Vaksinasi ini untuk mendorong percepatan vaksin bagi pelajar dan mahasiswa yang jenuh belajar daring.

Vaksinasi tersebut berlangsung di Gedung Mulia, Kelurahan Samata, Gowa, Rabu (4/8/2021). Peserta terlihat antusias mengikuti vaksin hingga menimbulkan antrean panjang ke halaman gedung.

"Kemarin kita gelar vaksinasi 1.500 orang. Dan sekarang ini vaksinasi 2.000 orang," ujar pihak penyelenggara, Koordinator Pusat Aliansi Ketua Lintas Jurusan Keprofesian, Khusniyati kepada wartawan.

Khusniyati mengungkapkan, berdasarkan data milik Pemprov Sulsel per 16 Juli 2021, angka vaksinasi pelajar hingga mahasiswa masih 0,9 persen atau merupakan yang terendah di Sulsel. Dia menilai vaksinasi ini perlu didorong terutama untuk menyongsong hari kemerdekaan.

"Vaksinasi ini kita mau menyongsong 17 Agustus. Selain itu kan baru 1,7 juta orang (telah divaksin di Sulsel), kita berharap mendekati 17 Agustus itu jadi 50 persen, yaitu sekitar 4 juta," ungkap Khusniyati.

Pelajar-Mahasiswa Jenuh Belajar Daring

Khusniyati juga mengatakan, vaksinasi di kalangan pelajar-mahasiswa sangat perlu dipercepat sebab mereka kini sudah jenuh belajar daring.

"Sebenarnya awalnya kan mahasiswa dan siswa sudah jenuh kuliah dan belajar daring. Jadi dengan gerakan vaksinasi ini kita berharap bisa mempercepat," katanya.

"Karena suatu daerah minimal 70 persen (warganya telah divaksin) sudah bisa diadakan sekolah dan kuliah offline," katanya.

Dia juga mengatakan, proses belajar mengajar secara daring selama ini juga banyak dipersoalkan karena dianggap tidak efektif.

"Karena kuliah online tidak efektif, terus mahasiswa biasanya tatap muka sekarang kita saja nggak kenal ini. Terus waktu belajarnya juga berkurang," pungkas Khusniyati.

(hmw/rfs)