Round-Up

Berdesakan Warga Antre Vaksin Corona di Medan Tuai Kritikan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 21:27 WIB
Warga antre untuk melakukan vaksinasi di aula Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (3/8/2021). Ratusan warga berdesakan untuk mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/hp.
Antrean Vaksin di Medan Sumut (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
Medan -

Desak-desakan tidak terhindarkan kala warga Sumatera Utara (Sumut) mengantre vaksinasi Corona di GOR Pemprov Sumut. Sejumlah pihak pun mengkritik penyelenggara vaksinasi tersebut.

Kerumunan warga yang saling berdesak-desakan ini awalnya terjadi di luar gedung GOR Pemprov Sumut pada Selasa (3/8/2021). Para warga yang hendak menjalani vaksinasi ini meminta agar gedung dibuka sehingga mereka bisa masuk.

Pintu masuk gedung pun akhirnya dibuka. Warga yang awalnya berkerumun di depan gedung berbondong-bondong masuk. Desak-desakan warga pun tak terhindarkan saat itu.

Petugas yang berada di lokasi meminta warga berjaga jarak. Warga yang menunggu divaksinasi diminta duduk. Sementara itu, warga yang belum mendapatkan vaksinasi Corona diarahkan kembali ke rumah masing-masing.

Penjelasan Polisi

Insiden desak-desakan itu pun dijelaskan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko. Dia menjelaskan kegiatan tersebut adalah vaksinasi massal yang digelar pihaknya untuk 4.000 orang.

"Kegiatan hari ini, itu vaksin massal untuk yang 3.000 orang itu untuk yang vaksin pertama. Kemudian ada seribu orang sisa kemarin yang gebyar Bhayangkara 15 ribu orang itu. Jadi totalnya 4.000. Sekitar 3.000 yang vaksin pertama. Yang seribu itu sisa yang belum datang saat gebyar kemarin itu untuk vaksin kedua," kata Riko di lokasi vaksinasi tersebut.

Riko lalu menjelaskan terkait warga yang sempat ramai melakukan protes saat hendak masuk ke gedung tersebut. Dia mengaku hal itu bukan karena kekurangan vaksin, tetapi karena ada yang memperjualbelikan formulirnya.

"Jadi bukan kekurangan vaksin, jadi karena petugas kita juga sudah kita setting untuk jumlah vaksinnya. Nggak mungkin kita melebihi. Sekarang saja dari 4.000 sampai jam sekian. Nggak mungkin lagi kita tambah. Tenaganya kita terbatas, kemudian untuk vaksinnya hari ini kita juga persiapkan 4.000," sebut Riko.

"Warga masyarakat tadi protes karena mereka ini mendapatkan formulir, beli, dijual. Iya dijual di luar, dia merasa sudah membayar Rp 5.000 per lembar. Sementara tadi di Kabag Sumda sudah fotokopi sekitar 4.000 lebih untuk dibagikan," ujar Riko.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.