Megawati Langsung Lapor Jokowi soal Prediksi Jakarta Bakal Tenggelam

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 18:15 WIB
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara soal prediksi DKI Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan sehingga Indonesia harus segera memindahkan ibu kotanya. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengatakan dia sudah berbicara terkait hal tersebut sejak ia menjadi wapres.

"Banyak orang kok belum berpikir seperti saya, saya sendiri yang bingung kok. Padahal saya mulai ngomong dari sejak Wapres saya. Tidak ada seperti Jakarta, nuwun sewu, Pak Basuki kemarin juga ikut ngomong, Jakarta ini makin hari makin turun. Why karena tanahnya poros, terus disedoti aire maka ada interupsi air laut. Nah nggak ada yang mikir kalo ambruk piye," kata Megawati, dalam acara virtual bertajuk Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami, Rabu (4/8/2021).

Selain itu, Megawati mengungkap sudah berulang kali berbicara tentang potensi akan tenggelamnya Jakarta. Ia menyebut Jakarta bukan tenggelam, melainkan air lautnya naik ke permukaan.

"Saya udah ngomong sampai capek dari zaman Sutiyoso kalau nggak salah. Gedung-gedung di Thamrin-Sudirman pokoknya yang high rise building tolong disidak apakah dia sudah pake sistem tahan gempa bangunan. Saya ndak tau karena saya ndak punya kewenangan kok sidak-sidak itu. Lalu kalo mau turun pake opo. Itu kan sangat remeh temeh toh tapi menolong manusia," katanya.

Megawati ingin mengurangi korban, bahkan kalau bisa zero percent kejadian seperti itu. Ia mengungkap setelah mendengar pernyataan Presiden Amerika Joe Biden berbicara terkait prediksi Jakarta tenggelam langsung menghubungi Presiden Jokowi.

"Denger Joe Biden ngomong gitu 10 tahun lagi, batin saya enak banget loh. Saya mikir langsung ngomong sama Pak Jokowi itu Presiden Amerika loh bagus dia bisa ngomong kayak gitu karena biasanya orang kita baru dengerin kalau orang asing ngomong, kalau pemimpinnya dewe ngomong di-bully-bully dibilang begini lah begono lah, piye betul atau tidak," ungkapnya.

Megawati mengatakan orang-orang banyak yang salah paham dengan prediksi Jakarta tenggelam, sebab menurutnya bukan pulaunya yang tenggelam tetapi air lautnya yang naik ke permukaan.

"Apakah yang harus kita lakukan, itu sudah saya laporkan ke presiden, presiden udah denger apa belum ya ada berita kayak gini, terus kita kok suruh cepat-cepat pindah ke Kalimantan itu untuk Ibu Kota baru. Kalau enggak ini monggo nggak, gimana coba kalau kita foto nih sekarang ini dan orang mikir nya itu pulaunya yang tenggelam, padahal pulaunya yang di situ yang disasternya lah naiknya air laut, orang banyak ini mikirnya pulau-pulau kita ini tenggelam, bukan salah katanya memang opo yo bingung saya sendiri. Pulaunya stay, ada air lautnya yang naik," ujarnya.

Karena itu, Mega mengatakan sejak zaman dia menjabat sebagai Wapres telah banyak berbicara tentang ancaman bencana. Ia mencontohkan saat ini banyak berita tentang China yang diterjang banjir.

"Sekarang kita lihat di TV China banyak sekali mengalami banjir, Eropa mulai seperti itu. Itu bukan karena hanya sungainya meluap tetapi ketika sungai meluap air laut itu naik jadi si air sungai tidak bisa ke muara, jadi airnya kan tak terempas, air lautnya masuk ngikut lah, itu lah supaya mengerti," ujarnya.

Oleh karenanya Mega mengaku sering dianggap sebagai konsultan bencana. Namun tak pernah dibayar atas jasa konsultan itu.

"Mengatasinya piye itu kan harus diukur harus diubah, saya bicara ke Presiden kalau Bapak ngomong new normal antara lain urusan mengikuti bencana-bencana ini, monggo dipikir. Lah saya kan cuma sorangan, Mbak, Pak Henri (Kabasarnas) saya sendiri," ujarnya.

"Saya sendiri makanya saya bilang kok lama-lama saya kok jadi konsultan ya, saya guyon sama pak Sekjen, kok aku iki jadi kok jadi konsultan tapi ga dibayar, hanya untuk apa Pak menggembirakan saya sendiri karena apa ini kewajiban saya sebagai warga Indonesia saya nggak mau negaraku kelelep," imbuhnya.

(yld/fjp)