Klarifikasi Klinik di Balikpapan di Kasus Surat PCR Palsu

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 15:58 WIB
Seorang manajer klinik di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) berinisial P (32) ditangkap lantaran membuat dan menjual surat PCR palsu dengan hasil negatif COVID-19.
Surat hasil PCR negatif palsu di Balikpapan. (Dok. Polres Balikpapan)
Jakarta -

Klinik Lentera Healthcare Balikpapan buka suara terkait kasus dugaan penjualan surat PCR palsu. Dalam kasus ini, polisi sudah menangkap seorang berinisial P (32) yang diduga sebagai pembuat dan penjual surat PCR palsu tersebut.

Wakil pimpinan klinik, Jeffry Bromo, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi internal terkait kasus tersebut. Mereka menyatakan P bukan pegawai di klinik tersebut.

"Oknum tersebut merupakan perantara atau orang di luar klinik yang bekerja sama dengan salah satu karyawan kami," kata Jeffy dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Dia mengatakan format surat hasil pemeriksaan PCR yang dikeluarkan oleh oknum P juga berbeda dengan format surat hasil pemeriksaan yang dikeluarkan resmi oleh klinik.

"Laporan yang dikeluarkan oleh oknum tersebut dibuat secara manual dan bukan berasal dari sistem," katanya.

Dia menyebutkan ada 7 perbedaan di surat PCR palsu tersebut dengan surat resmi yang dikeluarkan Klinik. Perbedaan itu meliputi logo perusahaan, format bahasa, format disclaimer, hingga format informasi pribadi pasien.

Jeffry mengatakan pihaknya akan melakukan audit terkait kasus yang menyeret nama klinik tersebut.

"Langkah berikutnya kami akan melakukan audit atau pemeriksaan secara keseluruhan untuk memperbaiki dan mencegah pemalsuan hasil pemeriksaan PCR," ucapnya.

3 Penjual Hasil PCR Palsu Ditangkap

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap P (32) yang diduga membuat dan menjual surat PCR palsu dengan hasil negatif COVID-19. Untuk menggaet pembeli, P bekerja sama dengan seorang calo berinisial A (48).

Kasat Reskrim Polres Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro mengatakan awalnya petugas karantina kesehatan bandara dan petugas Avsec Bandara Sultan Ajie Muhammad Sulaiman mengecek penumpang yang mau masuk ke pesawat.

"Ditemukan surat hasil PCR COVID-19 palsu yang dipegang oleh 3 penumpang untuk keberangkatan dari Balikpapan ke Medan," kata Kompol Rengga dalam keterangannya, Selasa (3/8).

Praktik jual-beli surat PCR palsu ini terbongkar pada Minggu (1/8) kemarin. Rengga mengatakan tiga calon mengaku beli surat PCR palsu itu dari seorang atasan mereka, yakni R. Sementara R mengatakan surat PCR palsu itu dibeli dari calo berinisial A.

"Petugas mengecek barcode pada surat hasil PCR COVID-19 yang dipegang oleh 3 penumpang tersebut, bisa terbaca, namun terbaca lain peruntukannya," ucap Rengga.

Polisi lalu mengamankan A dan menggali asal-muasal surat PCR palsu yang dia jual kepada saksi R. A kemudian menunjuk hidung P.

Rengga menerangkan pelaku menjual satu pucuk surat PCR palsu seharga Rp 900 ribu. Jika surat PCR palsu laku, calo mendapat bagian Rp 250 ribu.

Polisi juga menetapkan satu perempuan berinisial D yang turut membantu mencetak surat PCR palsu pesanan P. D merupakan pegawai klinik lain di Balikpapan Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga tersangka sudah memperjualbelikan sebanyak 40 surat PCR palsu. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 263 dan 268 KUHP serta Pasal 93 UU RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

(jbr/tor)