Tempat Isolasi Terpusat di Nusa Penida Ditolak Warga, OTG Terpaksa Isoman

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 14:50 WIB
Pemprov DKI Jakarta mulai mengaktifkan Rusun Nagrak Cilincing, Jakarta Utara, sebagai lokasi isolasi pasien COVID-19 tak bergejala. Begini suasana terkini di rusun tersebut.
Ilustrasi tempat isolasi pasien Covid-19 (Foto: Pradita Utama)
Klungkung -

Tempat isolasi terpusat (isoter) di Desa Batununggul, Pulau Nusa Penida, Bali, yang rencananya dibuka Pemerintah Kabupaten Klungkung ditolak warga. Padahal pengusaha sudah mengizinkan propertinya jadi tempat isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

"Memang ada penolakan (tempat isolasi terpusat) di Nusa Penida. Kan ada seorang pengusaha memiliki tempat di Nusa Penida, setelah itu tempatnya dikasih ke pemerintah daerah untuk dipakai isoter. Tapi setelah itu masyarakat di sekitar tidak menerima," kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Klungkung, I Putu Widiada saat dihubungi detikcom, Rabu (4/8/2021).

Widiada mengatakan, masyarakat melakukan penolakan terhadap tempat isolasi terpusat itu karena berada di sekitar perumahan. Namun hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pernyataan penolakan tersebut.

"Masyarakat takut, soalnya tempatnya memang di sekitar perumahan. Sampai sekarang memang belum ada surat pernyataan penolakannya, sampai sekarang ktia masih tunggu penolakannya seperti apa," ucapnya.

Widiada mengakui bahwa mencari tempat isolasi terpusat di Pulau Nusa Penida tidak mudah. Selain ada penolakan dari masyarakat, banyak pengusaha tidak memberikan tempat penginapannya untuk dijadikan lokasi isolasi terpusat.

"Iya memang beberapa pengusaha tidak mau memberikan tempat penginapannya sebagai isolasi terpusat. Alasannya saya tidak jauh jelasnya, cuma pengusaha di sana banyak yang tidak memberikan tempatnya sebagai tempat isolasi terpusat," ujarnya.

"Jadi sementara di Nusa Penida kita tidak punya tempat isoter, kalau di daratan untuk Klungkung kota kita sudah punya. Kita ada 100 kamar, 200 orang. Pak bupati juga mengatakan kalau sampai terjadi peningkatan kasus, kita sudah siapkan tempat untuk isoter," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya: