Komut PT ASA Diperiksa soal Penimbunan Obat, Ini yang Digali Polisi

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 14:37 WIB
Polres Jakbar gerebek gudan penimbun obat covid-19
Polres Jakbar menggerebek gudang penimbun 'obat' COVID-19. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Komisaris Utama PT ASA berinisial S (56) diperiksa sebagai tersangka kasus penimbunan obat Azithromycin di sebuah gudang di Kalideres, Jakarta Barat. Sebelumnya, polisi memeriksa direktur PT ASA berinisial YP (58).

"Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 11.00 WIB," ujar Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi L Fiandri saat dimintai konfirmasi, Rabu (4/8/2021).

Dalam pemeriksaan itu, polisi menggali sejumlah fakta, termasuk keterlibatan S dalam kasus penimbunan obat Azithromycin di gudang obat tersebut.

"(Pemeriksaan menggali) terkait perannya (S)," kata Fahmi.

Proses pemeriksaan kepada tersangka S masih terus berlanjut hingga kini. Kurang-lebih sudah 3,5 jam proses pemeriksaan berlangsung.

Direktur PT ASA Dicecar 67 Pertanyaan

Sebelumnya, Direktur PT ASA berinisial YP (58) ditetapkan sebagai tersangka kasus penimbunan obat Azithromycin di sebuah gudang di Kalideres, Jakarta Barat. Ia menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (3/8).

"Pemeriksaan dilakukan selama kurang-lebih empat setengah jam dari pukul 12.00 WIB siang sampai 16.30 WIB. Yang ditanyakan penyidik ada 67 pertanyaan," kata Kanit Reskrim Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Fahmi tidak membeberkan kepada wartawan pertanyaan apa saja yang diajukan ke tersangka YP. Namun Fahmi menegaskan pertanyaan yang diajukannya masih berkaitan dengan kasus penimbunan obat dan menaikkan harga obat di atas harga eceran tertinggi (HET) di Cengkareng.

Polisi telah menetapkan dua tersangka dari kasus penimbunan obat Azithromycin, yakni Direktur PT ASA inisial YP serta Komisaris PT ASA dan Komisaris PT Handal inisial S.

Keduanya dianggap paling bertanggung jawab dalam penimbunan obat Azithromycin tersebut. Kini polisi membuka peluang adanya tersangka baru dari kasus tersebut.

Kasus ini bermula dari gudang PT ASA digerebek polisi pada Senin (12/7). PT ASA, yang merupakan distributor obat-obatan, diduga menimbun Azithromycin 500 mg.

Polisi menduga PT ASA sengaja menimbun obat agar bisa menjual Azithromycin dengan harga yang lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET). Kepada polisi, kedua tersangka S dan Y mengaku motif keuntungan bisnis menjadi alasan melakukan penimbunan obat Azithromycin tersebut.

(mea/mea)