Anak Akidi Tio Masih Sakit, Pemeriksaan di Polda Sumsel Ditunda

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 13:46 WIB
Anak Akidi Tio saat tiba di Polda Sumsel (dok. Istimewa)
Anak Akidi Tio saat tiba di Polda Sumsel (Foto: dok. Istimewa)
Palembang -

Anak mendiang Akidi Tio, Heryanty, yang menyerahkan bantuan Rp 2 triliun secara simbolis ke Kapolda Sumsel yang belakangan jadi polemik, kini jatuh sakit. Pemeriksaan Heryanty pun tertunda.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Supriadi mengatakan Heryanty tak jadi diperiksa hari ini. Hal ini karena kondisi kesehatan yang belum stabil.

"Kondisi masih sakit," kata Supriadi saat dimintai konfirmasi, Rabu (4/8/2021).

Tim medis juga kembali mendatangi rumah Heryanty. Belum ada informasi detail soal penyakit yang diderita Heryanty.

"Kami hanya mau cek kesehatan Ibu Heryanty," kata seorang tenaga kesehatan saat ditanya wartawan.

Saat keluar dari rumah, keduanya mengaku baru saja mengambil sampel tes PCR Heryanty. Hasil tes baru diketahui setelah pemeriksaan di laboratorium.

"Kami melakukan tes PCR. Baru ambil sampel, ini akan diserahkan ke BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) dan akan menunggu hasil," kata seorang nakes.

Heryanty disebut masih mendapat bantuan oksigen medis. Perawatan dilakukan di rumah dan belum ada rencana dirujuk ke rumah sakit.

Polemik Donasi Rp 2 T

Keluarga Akidi Tio, yang diwakili oleh Heryanty, menyerahkan bantuan Rp 2 triliun itu secara simbolis kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021). Namun bantuan yang dijanjikan itu tak kunjung diserahkan pihak keluarga Akidi Tio.

Polisi kemudian mengundang Heryanty dan dokter keluarga Akidi Tio, Hardi Dermawan, ke Polda Sumsel untuk dimintai keterangan terkait bantuan itu pada Senin (2/8/2021). Setelah melakukan pemeriksaan, polisi mengungkap ternyata tak ada dana Rp 2 triliun seperti yang dijanjikan di dalam rekening Heryanty.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah melakukan analisis dan pemeriksaan terkait janji donasi Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. PPATK menyimpulkan bilyet giro Rp 2 triliun itu tidak ada alias bodong.

"Sampai hari kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan bahwa uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada," ujar Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada wartawan, Rabu (4/8).

Lihat Video: Kejanggalan Sumbangan Rp 2 T Keluarga Akidi Tio

[Gambas:Video 20detik]



(ras/haf)