Mengenal Puasa Pertengahan Bulan yang Dianjurkan Rasulullah

Kristina - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 07:05 WIB
Hands folded in prayer on a black isolated background. The priest in prayer. Rosary in the hands of men
Foto: iStock
Jakarta -

Salah satu puasa sunnah yang jarang ditinggalkan Rasulullah SAW sekalipun dalam perjalanan adalah puasa pertengahan bulan. Puasa ini dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan pada kalender Hijriah.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat kepada salah seorang sahabatnya, Abu Darda. Salah satu di antaranya adalah berpuasa tiga hari setiap bulan.

"Kekasihku (Muhammad SAW) mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan seumur hidupku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, Sholat Dhuha, dan Sholat Witir sebelum tidur." (HR. Bukhari).

Puasa tiga hari setiap bulan ini dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Puasa pertengahan bulan sering disebut dengan puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Bahkan, dalam hadits riwayat Imam Muslim, ketika istri Rasulullah SAW, Aisyah ra ditanya tentang apakah Rasulullah SAW berpuasa tiga hari setiap bulannya, ia menjawab "benar".

Dikutip dari buku Sehat Ala Rasulullah oleh Muyassaroh, Ayyamul Bidh juga disebut sebagai puasa hari-hari putih. Hal ini disebabkan karena pada ketiga hari tersebut tepatnya pada pertengahan bulan, rembulan akan bersinar terang.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang luar biasa. Disebutkan dalam sebuah hadits Mutafaqun 'Alaih, puasa Ayyamul Bidh sama nilainya dengan puasa sepanjang tahun. Diriwayatkan dari Abdullah ibn Amr ibn 'Ash ra, ia berkata bahwa nabi SAW pernah bersabda kepadanya,

"Berpuasalah setiap bulannya tiga hari. Karena sesungguhnya pada hari itu dihitung dengan sepuluh kelipatannya, yang nilainya sama seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Mutafaqun 'Alaih).

Menjalankan puasa Ayyamul Bidh setiap bulannya itu berarti memenuhi wasiat dari Rasulullah SAW. Wasiat ini tidak hanya disampaikan kepada sahabat beliau, Abu Darda, tetapi juga kepada Abu Hurairah sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim.

"Junjunganku Rasulullah SAW berpesan kepadaku akan tiga hal yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dua rakaat, dan sholat witir dua rakaat sebelum tidur." (HR, Muslim)

Niat puasa ayyamul bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta'ala."

Sahabat hikmah, itulah puasa pertengahan bulan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, puasa sunnah tiga hari yang bernilai puasa sepanjang tahun.

(kri/nwy)