Resmi Beroperasi, Ini Cara Akses Rumah Oksigen Gotong Royong

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 12:53 WIB
Rumah Oksigen Gotong Royong
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Rumah Oksigen Gotong Royong (ROGR) di Pulo Gadung, Jakarta Timur resmi beroperasi dan siap menerima pasien COVID-19 dengan gejala ringan mulai Senin (2/8). Fasilitas kesehatan semi permanen ini diinisiasi oleh GoTo Group, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, PT Aneka Gas Industri Tbk (Samator Group), Master Steel, Tripatra, Halodoc beserta Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB).

Seperti namanya, fasilitas ini menjadi bentuk gotong royong pihak swasta, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghadapi tantangan pandemi COVID-19. ROGR bisa dimanfaatkan oleh Warga Negara Indonesia terkonfirmasi positif COVID-19 yang memiliki gejala ringan, dengan saturasi di atas atau sama dengan 90%, serta tidak memiliki komorbid atau memiliki komorbid terkontrol.

Guna mengakses ROGR, ada dua jalur yang bisa dimanfaatkan oleh pasien yang membutuhkan.

  • Rujukan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, atau RSDC Wisma Atlet.
  • Pendaftaran melalui aplikasi Halodoc, melalui aplikasi ini masyarakat bisa mengetahui ketersediaan tempat tidur dan memilih waktu kedatangan.

Pasien yang dirawat di Rumah Oksigen Gotong Royong tidak akan dikenakan biaya (gratis) dan akan mendapat fasilitas makanan bergizi 3 kali sehari.

Adapun operasional ROGR akan dikelola oleh tenaga kesehatan berpengalaman dari RSDC Wisma Atlet yang merupakan kolaborasi dari TNI, POLRI, IDI dan relawan Kemenkes RI. ROGR akan memiliki kapasitas sekitar 500 tempat tidur yang tersebar dalam empat unit perawatan dengan oksigen yang mengalir langsung dari Pabrik PT Aneka Gas Industri Tbk lewat pipanisasi sebanyak 350-400 liter/jam. Pada tahap awal ini akan beroperasi dua unit perawatan terlebih dahulu.

"Kami bersyukur Rumah Oksigen Gotong Royong pertama ini bisa beroperasi. Pembangunan fasilitas rumah oksigen selama tiga minggu ini merupakan kerja keras dari berbagai pihak. Kami berharap fasilitas ini bisa menolong banyak orang yang terkena COVID-19 bergejala ringan untuk mendapatkan oksigen. Kami juga berterima kasih kepada para pihak yang mendukung pembangunan dan pengoperasian Rumah Oksigen Gotong Royong yang pertama ini," kata Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulis, Rabu (4/8/2021).

Sementara itu, CEO GoTo Andre Soelistyo menyampaikan harapannya agar ROGR bisa membantu mengatasi kendala krisis oksigen medis. Ia mengatakan dengan adanya ROGR, para pasien dengan gejala ringan dan tanpa komorbid bisa dengan mudah mendapatkan perawatan dan akses kepada oksigen medis yang akan mengalir langsung dari Pabrik Samator selama 24 jam penuh.

"Kami berterima kasih kepada Pusat Kesehatan TNI, POLRI, IDI, dan relawan Kemenkes yang akan mengelola ROGR. Mereka punya pengalaman panjang dalam mengoperasikan rumah sakit lapangan. Kami juga bersyukur atas dukungan berbagai pihak di sektor swasta terhadap Rumah Oksigen, sehingga dengan gotong royong kita semua bisa mewujudkan fasilitas kesehatan ini dalam waktu singkat," ungkap Andre.

Pada kesempatan yang sama, President Director PT Aneka Gas Industri Tbk (Samator Group), Rachmat Harsono mengatakan oksigen yang disalurkan pihaknya ke ROGR merupakan alokasi gas oksigen untuk industri yang dialihkan untuk medis.

"Supaya lebih banyak masyarakat bisa tertolong. Tidak hanya di Jakarta, kami juga siap memperluas inisiatif ke berbagai lokasi di mana pabrik kami berada yang memungkinkan untuk pipanisasi langsung ke fasilitas kesehatan," tuturnya.

Keberadaan ROGR ini juga mendapatkan apresiasi dari Paban V/Kes Slog TNI Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony. Menurutnya, ROGR bisa memutus rantai penularan COVID-19 karena pasien dengan gejala ringan yang membutuhkan oksigen bisa dirawat dan menjalani isolasi mandiri di fasilitas ROGR.

"Perawatan bagi pasien Rumah Oksigen Gotong Royong akan disesuaikan dengan panduan Kementerian Kesehatan untuk isolasi dengan gejala ringan. Bila terjadi eskalasi kasus, ROGR juga sudah dilengkapi dengan special care unit yang dilengkapi dengan ventilator dan high flow nasal cannula (HFNC) sehingga bisa diberikan pertolongan sambil menunggu rujukan ke rumah sakit," ungkap dr. Dony.

Selain itu, CEO & Co-Founder Halodoc Jonathan Sudharta, pun berharap adanya fasilitas ROGR bisa mempermudah masyarakat.

"Dengan kemudahan yang ditawarkan dalam membuat janji di ROGR melalui aplikasi Halodoc, kami berharap masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan akses oksigen medis yang dibutuhkan dengan keadaan lebih kondusif karena tidak perlu antri di lokasi. Lewat aplikasi Halodoc, masyarakat juga bisa dengan mudah mengetahui ketersediaan tempat tidur, karena data ketersediaan akan di-update delapan kali sehari," terangnya.

Sebagai informasi, ROGR yang berada di kawasan Pulogadung ini dibangun di atas lahan yang disediakan oleh PT Master Steel dan didukung oleh PT Tripatra Engineers and Constructors sebagai perusahaan yang menangani pembangunan Rumah Oksigen.

(akn/ega)