Warteg di Tangsel Dipalak Karang Taruna Gadungan untuk Sumbangan 17 Agustus

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 12:16 WIB
Warteg di Ciputat, Tangsel dipalak Karang Taruna Gadungan untuk Sumbangan 17 Agustus (Kadek/detikcom)
Warteg di Ciputat, Tangsel, dipalak karang taruna gadungan untuk sumbangan 17 Agustus. (Kadek/detikcom)
Tangerang Selatan -

Warteg di kawasan Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi korban pungutan liar (pungli). Pelaku meminta uang dengan mengatasnamakan karang taruna.

Seorang karyawan warteg bernama Windy menceritakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/8) malam. Saat itu datang seorang perempuan dan seorang laki-laki berboncengan kemudian berhenti di dekat warteg.

"Waktu hari Minggu malem Senin jam 7 malem ada cewek sama cowok ke sini naik motor," kata Windy saat ditemui di lokasi, Rabu (4/8/2021).

Windy mengatakan si pria menunggu di depan pintu warteg, sementara si perempuan masuk. Windy menyebut perempuan itu menggunakan jaket dan celana sobek dengan wajah tertutup masker dan topi.

"Yang cowok berdiri depan pintu, yang cewek ke sini (masuk ke dalam warteg) pakai topi, pakai jaket, pakai celana robek-robek, pakai masker," ujarnya.

Uang Lomba 17 Agustusan

Perempuan itu lalu meminta uang Rp 35 ribu secara paksa dengan dalih sumbangan kegiatan lomba 17 Agustus. Perempuan itu kemudian menyuruh Windy menelepon pemilik warung bernama Septi. Sebab, Windy tidak berani memberikan uang yang diminta.

"Terus minta uang Rp 35 ribu, katanya disuruh sama RT sini dimintain buat 17-an. Dia maksa, posisi saya sama si mbak (pegawai warteg satu lagi) di sini, si ibu (Septi) lagi keluar, terus mintanya maksa," tuturnya.

"Terus saya disuruh telepon (Bu Septi), suruh minta uang Rp 35 ribu itu, tapi nggak saya kasih karena saya nggak berani," sambungnya.

Setelah menelepon Septi, Windy tidak memberikan uang yang diminta perempuan tersebut. Si perempuan kemudian mengancam akan melaporkan ke RT setempat karena tidak diberi uang yang diminta.

"Kata si ibu, jangan dikasih, itu nggak bener. Terus dia gini, 'Ya udah kalau nggak mau kasih, nanti saya laporin ke Pak RT'. Tapi sampai sekarang dia nggak laporan ke Pak RT," ujar Windy sambil menirukan percakapan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Lihat juga Video: Curhat Pengusaha Warteg Saat Penerapan PPKM Level 4 di Jakarta

[Gambas:Video 20detik]