Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Pemprov Riau Siapkan 'Rumah Oksigen'

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 10:59 WIB
Gubernur Riau Syamsuar mengecek kesiapan RS Darurat COVID-19, Rabu (4/8/2021).
Gubernur Riau Syamsuar mengecek kesiapan RS Darurat COVID-19. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kasus COVID-19. Sejumlah upaya yang telah dilakukan antara lain menyiapkan rumah sakit (RS) darurat COVID-19 dan 'rumah oksigen'.

Asrama Haji Riau dirombak menjadi RS Darurat COVID-19. Selain itu, Pemprov Riau menyiapkan Gelanggang Olahraga Remaha (GOR) untuk dijadikan rumah oksigen.

"Kita sudah siap ketersediaan tempat tidur di rumah sakit dan ruang isolasi untuk antisipasi peningkatan kasus," kata Gubernur Riau Syamsuar saat ditemui di kantornya, Pekanbaru, Rabu (4/8/2021).

Selain GOR, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru disiapkan menjadi rumah oksigen. Penyiapan berbagai fasilitas kesehatan itu dilakukan mengingat kasus harian COVID-19 di Riau sudah di atas seribu kasus.

"Ada juga rumah oksigen gotong royong di Gelanggang Olahraga Remaja dan Lanud Roesmin Nurjadin. Sudah kita siapkan. Itu dalam rangka membantu penanganan masyarakat kita yang terpapar COVID-19," terang Syamsuar.

Meski demikian, Syamsuar mengingatkan penyiapan berbagai fasilitas kesehatan itu tidak akan ada artinya jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes). Dengan mematuhi prokes, dia meyakini penyebaran Corona di Riau akan bisa ditekan.

"Hulunya kembali ke protokol kesehatan. Mari kita patuhi protokol kesehatan untuk menekan kasus di negeri yang kita cintai ini," imbaunya.

Sebagaimana data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, total kasus positif Corona di Riau hingga 3 Agustus kemarin berjumlah 100.623 kasus. Rinciannya, isolasi mandiri 12.394 orang, rawat di rumah sakit 1.355 orang, sembuh 84.161 orang, dan 2.713 meninggal dunia.

Sementara itu, untuk penambahan kasus pada 3 Agustus kemarin, tercatat sebanyak 1.254 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.179 orang.

(ras/zak)