112 Penyidik dan 78 Penyelidik KPK Kini Resmi Jadi ASN

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 10:45 WIB
Sumpah Jabatan Penyelidik-Penyidik Lolos TWK,
Pengambilan sumpah para pegawai KPK yang lolos menjadi ASN. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

KPK telah melaksanakan pengukuhan dan pengambilan sumpah kepada 78 orang penyelidik dan 112 orang penyidik yang lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Para penyelidik dan penyidik itu resmi menjadi ASN.

"Pengukuhan dan pengambilan sumpah kembali ini merupakan konsekuensi bahwa penyelidik dan penyidik sebagai bagian dari pegawai KPK yang kini telah beralih menjadi ASN," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Ali mengatakan SK para pegawai tersebut sebenarnya telah terbit per 1 Juni 2021. Namun, upacara pengambilan sumpah baru digelar pada Selasa (3/8).

"Sehingga meski pengukuhan dan pengambilan sumpah kembali tersebut baru dilaksanakan hari ini, hal dimaksud tidak memiliki konsekuensi terhadap keabsahan atas pelaksanaan tugas yang telah dilakukan sejak 1 Juni tersebut," ujar Ali.

"Terlebih, para penyelidik dan penyidik KPK telah melakukan pengambilan sumpah jabatannya ketika dulu awal menjabat," tambahnya.

Ali mengatakan KPK akan fokus melakukan upaya peralihan status pegawainya menjadi ASN. Dia mengatakan UU KPK memberi batas alih status sampai Oktober 2021.

"KPK terus fokus berupaya memenuhi kewajiban-kewajiban kepegawaiannya sebagai konsekuensi peralihan pegawai KPK menjadi ASN pada masa transisi ini. Di mana UU memberikan batas peralihannya hingga Oktober 2021," ujarnya.

Upacara pengambilan sumpah itu dipimpin Ketua KPK Firli Bahuri di aula Gedung Merah Putih KPK, Selasa (3/8). Firli juga memberi pesan khusus ke para pegawai.

"Peralihan status pegawai KPK menjadi ASN jangan menjadi hambatan untuk melakukan pemberantasan korupsi. Rakyat mengharapkan Anda semua mampu melaksanakan tugas pokok KPK tanpa terpengaruh kekuasaan apa pun. Baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif," ujarnya.

Firli mengatakan ada harapan besar di pundak para pegawai KPK. Dia mengatakan, meski dengan jumlah SDM yang terbatas, KPK diharapkan mampu memberikan upaya maksimal untuk memberantas korupsi.

"Pimpinan boleh saja silih berganti, tetapi yang pasti tugas pemberantasan korupsi tidak pernah berganti. Undang-undang boleh saja berubah, tetapi tugas pokok KPK jangan pernah terdegradasi," jelas Firli.

(haf/dhn)