PPKM Level 4 Lanjut, Stasiun Bogor Tak Terlalu Ramai Pagi Ini

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 08:43 WIB
Situasi Stasiun Bogor, Rabu (4/8) pagi
Situasi Stasiun Bogor, Rabu (4/8) pagi (Wilda Nufus/detikcom)
Bogor -

Perpanjangan PPKM level 4 resmi diberlakukan mulai 3 hingga 9 Agustus mendatang. Pada hari kedua perpanjangan PPKM ini, Stasiun Bogor, Jawa Barat, tak terlalu ramai oleh calon penumpang pagi ini.

Pantauan detikcom di lokasi pukul 07.29 WIB, Rabu (4/8/2021), sebelum pintu masuk, terlihat para petugas KRL mengecek satu per satu calon penumpang untuk menunjukkan surat tanda registrasi pekerja (STRP). Para calon penumpang juga diminta menunjukkan KTP jika STRP belum distempel oleh pihak KRL.

Setelah pemeriksaan, calon penumpang yang memiliki STRP diarahkan masuk ke peron. Para calon penumpang terlihat tertib dan tak ada antrean sebelum tap kartu.

Tampak aparat gabungan TNI-Polri berjaga di sekitar lokasi. Mereka terlihat mengamati pergerakan calon penumpang hingga menuju peron.

Salah seorang penumpang, Santi (26), mengaku sebagai pekerja di kantor kritikal yang tetap harus bekerja. Beruntung, kata Santi, tidak antrean di Stasiun Bogor hari ini.

"Saya pekerja kritikal, di sini alhamdulillah ya tidak antre, kalau Senin tuh suka antre," kata Santi di lokasi.

Santi mengaku setuju dengan perpanjangan PPKM level 4 jika hal itu untuk menurunkan laju penyebaran virus Corona (COVID-19). Dia berharap perpanjangan PPKM level 4 ini bisa berhasil menurunkan kasus COVID-19 di Tanah Air.

"Setuju ya kalau buat turunkan kasus Corona ya, semoga habis ini Corona kasusnya turun dan mobilitas tidak dibatasi lagi," ungkapnya.

Untuk diketahui, pemerintah memutuskan memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus 2021. Keputusan ini berlaku bagi daerah yang menerapkan PPKM level 4.

"Pemerintah memutuskan melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3 sampai 9 Agustus di beberapa kabupaten/kota tertentu," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8).

(whn/lir)