Round-Up

Bukan Foya-foya, Biaya Miliaran Cat Pesawat Kepresidenan demi Kebanggaan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 08:26 WIB
Jakarta -

Biaya pengecatan pesawat kepresidenan Indonesia-1 atau BBJ 2 terbilang fantastis, yakni Rp 2,1 miliar. Pesawat yang semula berwarna biru itu, kini akan dicat menjadi merah.

Pengecatan ulang pesawat kepresidenan itu menuai sorotan di media sosial. Salah satu yang menyoroti hal tersebut adalah pengamat penerbangan Alvin Lie.

detikcom sudah meminta izin untuk mengutip cuitan dari akun @alvinlie21. Dari unggahannya, Alvin menuliskan biaya cat ulang pesawat setara B737-800 berkisar US$ 100 ribu hingga US$ 150 ribu. Atau sekitar Rp 1,4 miliar hingga Rp 2,1 miliar.

"Hari gini masih saja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan. Biaya cat ulang pesawat setara B737 berkisar antara US$ 100 ribu sampai dengan US$ 150 ribu. Sekitar Rp 1,4 miliar sampai dengan Rp 2,1 miliar," tulisnya, dikutip Selasa (3/8).

Tepis Foya-foya Anggaran

Istana menjawab anggapan yang berkembang di media sosial bahwa pengecatan ulang pesawat kepresidenan sebagai bentuk foya-foya. Istana mengatakan pengecatan ulang itu sudah direncanakan sejak dua tahun lalu.

"Dapat dijelaskan bahwa pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak tahun 2019, serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara," kata Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Heru menjelaskan anggaran untuk pengecatan pesawat kepresidenan itu sudah dialokasikan di APBN. Terkait refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19, Heru menjelaskan hal itu sudah dilakukan.

"Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN. Selain itu, sebagai upaya untuk pendanaan penanganan COVID, Kementerian Sekretariat Negara juga telah melalukan refocusing anggaran pada APBN 2020 dan APBN 2021, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Keuangan," ujar Heru.

"Dapat pula kami tambahkan bahwa proses perawatan dan pengecatan dilakukan di dalam negeri, sehingga secara tidak langsung, mendukung industri penerbangan dalam negeri, yang terdampak pandemi," sambung Heru.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Sudah Waktunya Diservis Sekalian Dicat

Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini, menjelaskan cat ulang Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau BBJ 2 sudah waktunya diservis.

"Ini bukan rencana baru, sudah dimulai sejak 2019, untuk menyambut hari kemerdekaan ke-75. Namun, Pesawat BBJ 2 itu servis sesuai rekomendasi pabrik jatuh pada 2021. Tadinya, itu satu paket sama beberapa armada lain yang sudah datang waktunya. Sekalian dicat, justru biar lebih efisien," kata Faldo.

"Pemerintah pun percaya pada kualitas industri dalam negeri yang kerjakan ini. Di kala pandemi, belanja pemerintah dapat mendorong geliat sektor usaha, apalagi industri penerbangan, yang sangat terdampak pandemi. Naik pesawat sekarang, kan tidak semudah dulu lagi, jadi melambat itu semua, dari hulu sampai hilir," imbuh Faldo.

Biaya Pengecatan Rp 2,1 M

Sumber di Istana juga mengkonfirmasi terkait biaya pengecatan. Diketahui, biaya pengecatan untuk BBJ-2 mencapai Rp 2,1 miliar.

"Rp 2,1 miliar untuk BBJ," kata sumber tersebut.

(isa/tor)