316.554 Orang Lulus Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 18:01 WIB
Ilustrasi pelamar CPNS
Ilustrasi pendaftar CPNS (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) meluluskan 316.554 orang dalam seleksi administrasi CPNS Kemenkumham dari total pendaftar sebanyak 627.113 orang. Dari jumlah itu, mereka harus bersaing memperebutkan 4.000 kursi atau 1 orang bersaing dengan 79 orang.

Tidak semua pelamar yang upload dokumen persyaratan dinyatakan memenuhi persyaratan. Dari total jumlah pelamar itu, hanya 316.554 orang yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan dapat melaju ke tahap selanjutnya. Sisanya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) atau tidak upload dokumen.

Kepala Biro Kepegawaian Kemenkumham Sutrisno mengatakan jumlah total yang lulus administrasi, untuk pelamar kualifikasi pendidikan non-SLTA sebanyak 35.878 orang, dan pelamar untuk kualifikasi pendidikan SLTA sejumlah 280.676 orang.

"Adapun pelamar yang tidak memenuhi syarat untuk kualifikasi pendidikan non-SLTA sebanyak 11.304 orang, dan untuk kualifikasi pendidikan SLTA sebanyak 159.191 orang," ujar Sutrisno dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Ada sejumlah alasan mengapa seorang pelamar dapat dinyatakan TMS. Beberapa sebab di antaranya terkait dengan surat lamaran, akta kelahiran, e-KTP, surat pernyataan, dokumen akreditasi, ijazah, transkrip nilai, surat tanda registrasi (STR) tenaga kesehatan, pasfoto, surat keterangan sehat, dokumen tidak asli, dan lainnya.

"Setelah dilakukan seleksi administrasi dan verifikasi dokumen unggah CPNS, jika dokumen memenuhi syarat, akan ditetapkan lulus seleksi administrasi dan selanjutnya bisa mencetak kartu ujian," ujar Sutrisno.

"Namun, jika dokumen TMS, bisa mengajukan keberatan atau sanggahan mulai 4 hingga 6 Agustus 2021," sambungnya lagi.

Masa sanggah adalah kesempatan yang diberikan kepada pelamar untuk mengajukan keberatan terhadap hasil verifikasi yang disebabkan bukan karena kesalahan pelamar, namun adanya kesalahan dari verifikator instansi. Sanggahan dimaksudkan bukan untuk memperbaiki, mengubah, ataupun menambah informasi terhadap dokumen yang sudah diunggah.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemenkumham Komjen Andap Budhi Revianto sudah mengingatkan kepada para calon pelamar untuk membaca secara detail dan saksama terkait berbagai syarat dan ketentuan yang diperlukan di laman cpns.kemenkumham.go.id. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari permasalahan dalam masa pendaftaran dan seleksi administrasi, bahkan untuk menghindari calon peserta gugur dalam proses seleksi administrasi.

"Kita memberikan waktu sanggah kepada para pendaftar selama proses seleksi administrasi ini. Hal ini dilakukan untuk menjembatani jika ada peserta komplain karena tidak diluluskan, sementara dia merasa persyaratan yang diberikan sudah lengkap semua," ujar Andap.

Bagi yang mau mengecek lulus atau tidak seleksi administrasinya, pelamar dapat melihatnya di web cpns.kemenkumham.go.id.

"Persyaratan yang disampaikan dalam laman BKN adalah persyaratan secara umum. Bagi para pelamar CPNS Kemenkumham, secara spesifik persyaratan ada dalam laman kami, yaitu cpns.kemenkumham.go.id. Apabila tidak teliti, calon peserta bisa gugur dalam tahap seleksi administrasi," tutup Andap.

(asp/knv)