PKS Bahagia Wakil Rakyat dari PDIP Kritik Jokowi dan Luhut

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 17:28 WIB
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2020).
Mardani Ali Sera (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Dua legislator PDI Perjuangan (PDIP) melontarkan kritik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam penanganan Corona. Partai oposisi pemerintah, PKS, bahagia wakil rakyat dari PDIP melempar kritik ke Jokowi dan Luhut.

"Bagus. DPR punya fungsi kontrol. Dan apa yang disampaikan kawan-kawan PDIP ada dasarnya. Anggap saja masukan dari legislatif ke eksekutif," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Legislator PDIP yang mengkritik Jokowi dan Luhut adalah Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu. Effendi anggota Komisi I DPR RI dan Masinton anggota Komisi VI, keduanya sama-sama dari daerah pemilihan atau dapil DKI Jakarta.

Senangnya PKS atas kritik kedua legislator PDIP itu karena dinilai menyehatkan demokrasi Tanah Air. Oleh sebab itu, PKS bahagia adanya kritik dari kader PDIP.

"PKS senang, kian banyak yang bersikap kritis kepada pemerintah justru menyehatkan demokrasi kita. Menjaga pemerintah tidak bisa sendirian. Jadi PKS bahagia dengan kritik kawan-kawan PDIP," ujar Mardani.

Namun PKS enggan berkomentar lebih jauh antara kritik wakil rakyat dari PDIP dan dukungan ke pemerintah. Mardani berprasangka baik bahwa kritik wakil rakyat dari PDIP itu untuk mengawasi pemerintah.

"Saya husnuzan, sangka baik, dalam fungsi pengawasan." imbuhnya.

Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto menghormati kritik dua anggota fraksinya terhadap Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Selama kritik tersebut tak melampaui batas, PDIP mengizinkan kadernya mengkritik pemerintah.

"Yang nggak boleh di PDI Perjuangan itu berkhianat, kalau pendapat masih boleh. Kalau pendapatnya melewati garis batas atau main bolanya offside, tentu kita tegur. Kan ini pendapat, pemikiran, masih wajar," kata Utut.

Effendi Simbolon sebelumnya menyalahkan Presiden Jokowi yang dinilainya tidak mau menerapkan lockdown sejak awal pandemi COVID-19. Sementara Masinton Pasaribu mengkritik Luhut Binsar Pandjaitan yang kerap menyepelekan pandemi Corona dan terlalu reaksioner terhadap kritik.

(rfs/tor)