PDIP: DKI Jangan Euforia Vaksinasi Tembus 7,5 Juta, Harusnya Lebih Cepat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 16:35 WIB
Siapa Influencer Ngaku-ngaku Vaksin Ketiga di DPRD DKI?
Gedung DPRD DKI (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersyukur target 7,5 juta orang telah divaksinasi Corona tercapai pada Juli lalu. PDIP mengingatkan Pemprov DKI tak lantas puas diri.

"DKI Jakarta mereka harus waspada. Jangan terlalu jadi euforia dengan mencapai 7,5 juta, itu pun dosis yang sempurna baru 2,7 juta. Seharusnya DKI itu bisa jauh lebih cepat karena Jakarta semua sudah punya, lengkap," ujar anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Jhonny Simanjuntak, kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Jhonny menilai seharusnya 7,5 juta vaksinasi di DKI merupakan angka yang memang harus dilakukan. Sebab, menurut dia, Jakarta juga mendapat support dari pemerintah pusat lantaran menjadi titik episentrum penyebaran COVID.

"Jakarta ini juga dianggap tempat pertemuan dari segala macam tempat, dari daerah, seharusnya kondisi sekarang ini Pemprov lebih menyiapkan supaya masyarakat kita ini bisa lebih cepat dari apa yang ditargetkan oleh Presiden," paparnya.

Jhonny pun menyarankan agar Pemprov DKI bisa melakukan vaksinasi ke lapisan masyarakat paling bawah. Dia memberi contoh dilakukan vaksinasi door to door ke tingkat-tingkat permukiman padat.

"Misalnya di gang ini belum vaksin, kita tunggu saja di satu titik, nanti pindah lagi di satu RW, jadi lebih cepat. Kalau sistem sekarang dipusatkan sekali 2 minggu itu kadang bertabrakan dengan aktivitas warga. Supaya ini cepat, kita ambil target Pak Presiden ini bisa melebihi itu. Jadi kita harapkan September sudah oke semua," kata Jhonny.

Jhonny menuturkan mobil vaksin keliling yang dilakukan Pemprov DKI masih belum efektif. Dia menilai harus ada langkah lebih konkret untuk menyasar vaksinasi ke masyarakat di permukiman padat.

"Bukan lagi dengan cara mobil itu, kan kita punya data katakan RW 15 ada berapa yang belum divaksin, kita cek di gang. Pemprov DKI jangan berpuas diri dengan situasi sekarang. Menurut saya, kalau ada hal yang dilakukan jemput bola bukan di RW saja, itu sudah jemput bola, tapi belum sempurna, langsung masuk ke gang," katanya.

"Harus sosialisasi orang yang sudah divaksin pertama supaya mereka mau divaksin kedua. Sekarang sudah bagus, tapi ada cara yang lebih bagus lagi. Memang butuh tenaga kesehatan tak sedikit, karena tenaga kesehatan juga manusia, butuh istirahat. Makanya tenaga kesehatan betul-betul insentifnya dibereskan," lanjut dia.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pemprov DKI, Selasa (3/8/2021), data per Senin kemarin, sudah ada 7.6667.494 juta warga tervaksinasi dosis pertama di Jakarta. Sedangkan dosis kedua baru 2.744.716.

Pentingnya Vaksin Kedua

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) mengatakan kekebalan tubuh tidak langsung tercipta pasca-penyuntikan pertama. Kekebalan baru akan tercipta sepenuhnya dalam kurun 28 hari pasca-penyuntikan kedua.

"Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk," katanya dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (28/7).

Pemberian vaksin dua kali memberikan kesempatan bagi sistem imun memproduksi lebih banyak antibodi. Vaksinasi harus dua kali dilakukan agar mereka bisa memberi tubuh pasokan sel memori yang kuat terhadap virus kemudian melawannya.

Simak video 'Anies Tuntaskan Target Jokowi, Vaksinasi 7,5 Juta Warga DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/tor)