Termasuk Dosa Besar, Ini Sebutan Orang yang Menyekutukan Allah

Kristina - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 07:07 WIB
berdoa
Foto: Getty Images/Rifka Hayati
Jakarta -

Umat Islam meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT. Bahkan, orang yang menyekutukan Allah termasuk melakukan dosa besar.

Dalam surat An Nisa ayat 48 Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا - ٤٨

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An Nisa: 48).

Menurut tafsir Kemenag, ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengampuni perbuatan syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya, kecuali apabila mereka telah bertaubat sebelum mati.

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XI oleh Bachrul Ilmy, syirik merupakan perbuatan menyekutukan Allah dengan hal-hal selain-Nya. Syirik dilakukan secara sadar dan dipahami oleh pelakunya.

Perbuatan syirik mempunyai beberapa tingkatan. Mulai dari yang samar atau berskala kecil hingga terlihat jelas. Syirik yang terlihat jelas di antaranya menyembah atau mengabdi kepada selain Allah juga kepada makhluk-Nya.

Sedangkan yang dimaksud syirik kecil atau tersamar adalah perilaku yang seolah melakukan perbuatan baik dengan niat atau motivasi yang bukan karena Allah, tetapi sebenarnya karena selain Dia.

Dalam Syarah Riyadhu Shalihin dijelaskan bahwa orang yang menyekutukan Allah tidak bisa disebut jujur. Karena secara lahir orang tersebut menampakkan dirinya mengesakan Tuhan, padahal tidak.

Sebutan orang yang menyekutukan Allah

Klik halaman selanjutnya